mas-bhayu

Monday, February 05, 2007

banjir !

Banjirisasi
Ayyub

Hari-hari ini Ibukota NKRI tengah mendapat musibah. Sebagian mengatakan itu ujian, sebagian lagi nyletuk ini adzab. Ya, musibah banjir kembali melanda kota metropolitan. Musibah ini bagi sebagian besar warga Jakarta sebenranya bukan hal yang asing. Artinya hampir tiap musim hujan pasti ada sungai yang kelebihan isi dan meluap ke rumah warga. Sudah langganan. Dan setiap ada banjir tidak ada penanganan yang seurieus dari pemerintah pusat khususnya pemda setempat. Ya, itu tadi mungkin karena sudah sangat sering jadi dianggap biasa dan warga dianggap bisa mengatasi. Tapi banjir kali ini bukan sembarangan banjir, bukan banjir yang menggenangi satu kompleks perumahan saja, bukan cuma membasahi lutuk Pak RT melainkan menggenangi seluruh bagian kota Jakarta, mulai Jakbar hingga Jaktim, dari Jaksel sampai Jakut. Apalagi DKI Jakarta. Bahkan air sudah menyerang Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Lengkap sudah penderitaan bangsa ini. Setelah gempa menggoyang NAD, DIY, pantai selatan, longsor, dan kecelakaan transportasi, kini Ibukota mendapat ‘jatah’. Adil, katanya. Wajar lah sebab dari dulu setiap bencana pasti di luar Jawa, pasti diluar Jakarta. Dulu binaan saya pernah beropini bingung, mengapa harus Aceh, saya jawab Allhu A’lam, tapi kita dianjurkan memikirkan mengapa sampai gempa menggoncang. Dan kemarin, mengapa harus Jogja, DIY. Jawaban saya tidak jauh beda. Dan sekarang, mengapa harus Daerah Khusus Ibukota? Tanya kenapa? Jadi sekarang ketiga daerah istimewa (Aceh, DIY dan Jakarta) telah merasakan ketidakramahan alam tua ini.
Musibah kali ini memang sangat istimewa, terbesar setelah banjir 2002 lalu. Tak kurang dari menjadi headline di media massa, media eletronik terutama tivi terus menayangkan perkembangan bencana ini tiap jam. Disela-sela guyuran hujan yang semakin deras, air pun turut mengalir memasuki rumah-rumah elit, sekolah, sawah, jalan, semua. Membasahi, menghanyutkan apa saja yang dilewati. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa kondisi rumah-rumah kardus di pinggiran kali Ciliwung. Di beberapa tempat ketinggian air bisa mencapai 4-5 meter. Satu, dua, tiga tanggul jebol sebab tidak kuasa menahan air yang terbendung dan dalam hitungan detik danau coklat terbentuk. Sebuah satuan massa yang sangat dahsyat. Hampir semua sungai besar memuntahkan air coklat kotor nan bersampah ke areal pemukiman, sekolah-sekolah, pasar. Hebatnya lagi, jutaan kubik air telah menenggelamkan jalanan mewah ibukota. Jalan-jalan tol berubah menjadi sungai-sungai baru. Para pemakai jalan tidak bisa berbuat apa-apa, mereka merangkak, sebagian besar terjebak kemacetan berjam-jam. Tidak itu saja, air pun mematikan pusat kendali komunikasi milik Telkom dan efeknya komunikasi sempat terganggu. Aliran listrik pun terpaksa harus dipadamkan demi keamanan. Praktis dua hari ini ibukota kita tercinta lumpuh total dan mati. Sampai hari ini, 4/2/07, tercatat ribuan pengungsi yang belum mendapat penanganan yang layak. Sebagian menginap di masjid, SD dengan apa adanya. Sebagian kecil masih bertahan di lantai dua rumahnya, namun itu tak berlangsung lama. Mereka pun harus dievakuasi. Prakiraan BMG tentang masih akan turunnya hujan dua, tiga hari kedepan semakin menambah hitam langit Djakarta. Ada fenomena menarik, ada yang memanfaatkan bencana ini untuk mengais rejeki. Ada aja tingkah orang Indonesia. Saya yakin mereka tidak mau dikatakan bernyanyi diatas penderitaan orang lain. Tapi itulah kenyataanya mereka menawarkan jasa pengangkutan, motor saja bisa apalagi warga. Tapi dengan imbalan antara Rp.10.000 hingga Rp.30. 000. Keuntungannya pun cukup menggiurkan di zaman edan ini.
Seketika saya teringat rumah Pak.Dhe di Bekasi. Saya cek ke anaknya. Jawabnya seperti yang saya kira. Banjir. Saya tidak kaget karena sebelum ini pun daerah sekitar rumah Pak.Dhe selalu dibasahi air kotor, meski setinggi tumit, sekitar 10 cm. Tapi kekhawatiran semakin tingginya air hingga masuk rumah terus muncul. SMS kedua saya tidak dibalas. Bapak mencoba menelpon juga tidak bisa. Saya coba kontak ikhwah di Tangerang. Jawabnya agak menenangkan. Kampungnya tidak kena banjir, akan tetapi Irfan sedang tidak di rumah. Dia berada di posko Banjir PKS, begitu report-nya saat kutanya Kepanduan mendirikan posko tidak. Saya bersyukur pada Alloh Swt, bila PKS segera membuat posko pengungsi. Info terakhir, kata Pak. Presiden, Ust. Tifatul Sembiring PKS telah menurunkan 5000 relawan korban banjir (Radar Bamyumas ,4/2/07). Tapi mana? Tidak kelihatan di tivi, tidak ada gambarnya di koran? Humasnya gimana sih? Saya sempat mengeluh. Langkah SBY yang langsung terjun ke TKP merupakan hal yang biasa namun akan menjadi luar biasa jika segera menyelesaikan kemelut rutin ini. SBY menolak kedatangannya di sana adalah politik citra. Saya setuju, sementara. Memang sudah kewajaran dan kewajiban jika rakyatnya terkena musibah, para pemimpinnya berusaha merasakan hal yang sama, basah-basahan, dan yang lebih penting lagi; solusi. Kalau ikut nginep di masjid dan SD, saya kira tidak mau. Ya, tugas mereka adalah menemukan solusi jitu dan kilat. SBY minta kerja sama dari semua pihak, pemda, masyarakat untuk mengatasi musibah langganan ini. Tampaknya SBY sangat konsisten pada mottonya 3 tahun lalu; Bersama Kita Bisa. Bisa po?
Satu statemen menarik muncul dari dua insan mulia di rumah- saat itu saya lagi mudik. Ini juga menggejala di sebaigan besar masyarakat kita. Kata beliau, ini gara-gara presidennya Susilo Bambang Nyudhonyowo dan Wapresnya M. Yusuf Bethara Kalla. Sebuah ungkapan, pendapat spontan yang tidak boleh dibenarkan. ‘Nyudhonyowo’ berarti merenggut nyawa dan ‘Bethara’ adalah sosok jahat dalam mitologi Hindu. Jadi banyaknya musibah selama ini, yang menelan banyak korban jiwa tak banyak berdosa disebabkan oleh adanya dua pemimpin yang telah mereka pilih sendiri pada pemilu 2004 kemarin. Saya kira bukan itu, nuwun sewu, siapapun presidennya saat ini pasti akan mengalami hal ini. Siapapun itu. Hatta rezim Soeharto berkuasa kembali!. Seandainya bukan SBY-JK pun saya yakin banjir besar di Jakarta akan tetap terjadi. Gempa DIY ada. Ini masalah takdir. Tapi takdir yang sangat dipengaruhi, diakibatkan oleh perbuatan manusia. Kita tahu semua, satu kebiasan buruk orang Indonesia yang masih abadi, khususnya warga Jakarta, wa bil khusus lagi yang tinggal dekat sungai. Buang sampah sembarangan. Buang sampah ke selokan, got, sungai menjadi hal yang biasa. Selain itu hilangnya areal hijau, daerah-daerah resapan air juga ikut andil. Berubahnya pohon-pohon besar, areal hutan menjadi perumahan juga menjadi salah satu penyebab. Jadi banjir kali ini, menurut saya adalah bukan semata-mata takdir, melainkan sebuah akumulasi, penggumpalan, pemusatan, klimaks, puncak, titik jenuh dari perbuatan jorok tersebut selama beberapa tahun terakhir. Ibarat uap-uap lautan yang perlahan tapi pasti terbang, menyatu dalam awan mendung menghitam, semakin besar dan berat, dan...hujan. Seperti bom waktu yang detik-detiknya mempercepat detak jantung.
Kini –setelah menyelamatkan pengungsi- yang kita butuhkan adalah bertaubat, sadar, rekonservasi, reboisasi, penghijauan, memperbaiki tata ruang kota, menghilangkan rumah-rumah kardus di pinggir kali. Ingat, banjir adalah bencana laten yang bisa muncul kala musim hujan tiba. Matur nuwun. Wallahu a’lam

Purwokerto, 4 Februari 2007. Seketika langit menghitam

PP 37 2006

Tolak PP no.37/2006 !
Ayyub

SBY-JK kembali menyakiti rakyat. Setelah sekian banyak luka yang belum mengering hingga hari ini. Kini duet maut itu lagi-lagi melukai hati rakyat dengan menerbitkan kebijakan PP no.37/2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan anggota DPR. Satu hal yang paling menonjol dari PP yang diteken SBY pada November 2006 ini adalah bahwa gaji para anggota DPR pusat, provinsi, kabupaten & kota akan meningkat yang berbeda di setiap daerah dan tingkat tergantung pada kemampuan daerah itu sendiri. Anehnya, ada dana rapelan (akumulasi-pen) tahun 2006 yang akan dicairkan awal 2007. Aneh bin mustahil, bagaimana mungkin kebijakan yang diteken akhir 2006 bisa ‘berlaku’ awal 2006. Licik ! Inilah yang semakin membuat saya heran dan geram. Silakan selidiki DPRD masing-masing. Kita akan melongo sambil istighfar. Untuk DPRD Banyumas saja, gaji baru seorang ketua per bulan di tahun 2007 ini sebesar Rp.28.186.558/ bulan. Terjadi kenaikan yang sangat drastis dari Rp.9.208.550. Lalu untuk wakil ketua, yang semula ‘hanya’ Rp.7.584.500 sekarang bisa mencapai Rp.20.684.500. Sedang untuk anggota dewan ‘cuma’ naik jadi Rp.13.352.750 dari gaji Rp. 6.737.900. Uedan tenan... Kemudian dana rapelan tahun 2006 lalu yang ‘harus’ dibayarkan sebesar Rp.3.955.398.696 untuk 1 ketua, 2 wakil ketua dan 43 aleg. Kalau kita cek ke DPR Provinsi tentu akan lebih besar. Apalagi DPR RI, wallah! Siapa yang tidak kepingin jadi aleg khusunya di 2009 nanti. Gaji tinggi, ‘kerjanya’ hanya sidang dan rapat, itu pun kalau berangkat. Dan jikalau pun datang sidang/ rapat pasti banyak yang ngobrol bareng, main HP, SMS-an, ngantuk dan tidur. Kurang ajar ! Hanya satu, dua yang tidak seperti itu, yang memang sadar, konsekuen dan komitmen pada tugas sebagai wakil rakyat.
Kebijakan yang sangat tidak populis ini, sebagaimana beberapa kebijakan kontroversial sebelumnya, langsung mendapat respon dari masyarakat. Tentu saja respon negatif. Saya yakin semua orang menentang, tidak setuju dan menyesalkan keputusan pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut. Apalagi ditengah kondisi bangsa yang kian carut marut, ora nggenah blas. Namun mereka hanya bisa mengeluh, menggerutu dan tidak tahu kemana mereka akan menyalurkan aspirasinya, kemana akan curhat atas sakit hati mereka. Sebagian lagi apatis, pasrah dan putus asa. Syukur-syukur ada yang menyesal dan tobat serta tidak akan memilih orang seperti mereka pada pemilu mendatang. Kembali ke..tikus got. Bagaimana bisa para aleg menikmati kenaikan gaji, kaya mendadak sementara masih banyak rakyat kecil yang hidup di bawah bahkan di dasar jurang kemiskinan. Sementara masih banyak masalah yang setia menimpa bangsa ini. Luapan lumpur panas Lapindo Brantas yang tidak kunjung berhenti dan ratusan orang pengungsi menanti sedang ganti rugi karena rumah mereka terendam. Beberapa musibah besar pasca rentetan gempa bumi mulai Aceh hingga Jawa yang merenggut nyawa yang tidak sedikit. Belum lagi persoalan pengangguran dan kriminalitas yang terus meningkat. Kini kasus flu burung H5N1 kembali menyerang jutaan peternak dalam negeri. Tapi kebikaja pemerintah lebih aneh lagi; bantai semua unggas! Lha para peternak mo jadi pengangguran dan stok dalam negeri habis lalu kita impor. Ooo seperti itu tho skenarionya. Belum lagi kecelakaan transportasi, dari tenggelamnya KM Senopati, hilangnya Adam Air, hingga anjloknya KA Bengawan di Banyumas. Masyarakat jadi bingung bepergian karena hampir semua jalur transportasi bermasalah. Lebih baik naik Vespa, ha ha haa... Jadi luar binasa! para aleg masih bisa memikirkan ego nya sendiri di atas penderitaan jutaan rakyat Indonesia. Ingatlah wahai bapak-bapak yang (tidak) terhormat, siapa yang memilih Anda 3 tahun lalu. Anda telah berkhianat. Dimana hati nurani Anda, dimana akal sehat Anda. Dosa Anda sangat besar dan satu tempat untuk pendosa besar ; neraka !
Kontroversi PP tersebut muncul karena stigma aleg di mata rakyat sudah sangat buruk. Mulai cap 4D (Datang, Duduk, Diam, Duit) ada yang menambahkan Dengkur,-he he he kalo ini saya se7- kerjanya jalan-jalan (kunja-pen) sampai berantem mulu. Ada distrust di sini. Ditambah lagi dengan peristiwa memalukan, memuakkan dan menjijikan kemarin; video zina antara YZ dan ME. Stigma buruk semakin jelas. Fenomena ini lalu diperkuat oleh aleg lain, masih di DPR RI, yang mengatakan bahwa kasihan YZ, dia ketiban sial karena ketahuan, bahkan Permadi (bukan nama samarannya) jujur mengungkapkan bahwa itu bukan hal yang rahasia lagi di kalangan mereka. Masih banyak yang tidak ketahuan. Na’udzubillah min dzalik, tsumma na’udzubillah. Bak gunung es di tengah lautan hanya puncaknya saja yang terlihat. Itu di pusat, apalagi di daerah, hemmm tidak, tidak jauh beda, beda sedikit, yaah... paling-paling kepergok duaan dengan PSK, ketangkap basah lagi fly, terbukti korupsi jutaan rupiah. Silakan baca koran, nonton tivi. Dan PP itu muncul di saat yang sangat tidak tepat.. Saat banyak musibah, kemiskinan meninggi dan pengangguran meningkat, penanganan kasus KKN berjalan di tempat bahkan set back, rakyat miskin menjerit karena harga sembako melejit. Bahkan sampai kapan pun tidak akan tepat dikeluarkan selama rakyat masih miskin, bodoh dan pemimpin yang jahil, korup. Maka sekali lagi sangat normal, sangat lumrah, sangat wajar jika siapapun dia pasti menolak PP tersebut. Yang bikin gerah lagi adalah Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (APDSI), Asosiasi Dewan Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), dan Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) mendesak segera dicairkannya gaji baru plus rapelannya, dengan dalih agar kinerja dan efektifitas kerja aleg meningkat.
Saya setuju bahwa tugas dan kerja aleg tidak ringan alias berat. Tapi sebenere ga berat-berat amat... Mereka ‘hanya’ menyerap aspirasi, tuntutan dan masukan, mendata, mengartikulasikan, menyusun kebijakan publik yang nantinya berfungsi mengatasi permasalahan masyarakat atau memberdayakan dan syukur-syukur memajukan wa mensejahterakan masyarakat. Mereka ada di sana karena rakyat husnudzan akan kemampuan mereka. Namun berapa banyak yang memahami tugas dan kerja mereka. Saya yakin banyak yang tidak mengerti bagaimana menjadi aleg. Tugas mereka apa saja. Bahkan ada yang tidak sadar bahwa mereka adalah wakil rakyat, dipilih oleh rakyat pada Pemilu 2004 lalu. Bukti kegagalan mereka menjalankan amanah ini adalah tidakberpihaknya aleg dan seluruh produk kebijakannya kepada rakyat. PP, Perda yang ada menyengsarakan rakyat, menggelembungkan angka kemiskinan dan memperkaya diri sendiri. Kebijakannya tidak pro wong cilik. Wartawan senior dan budayawan asal Banyumas Ahmad Tohari harus mengatakan mereka yang di dewan hanya mencari makan. Yang menjadi motif dan niat mereka ketika nyalon bukan untuk berjuang memperjuangkan kepentingan rakyat namun tergiur oleh gaji yang tinggi dengan kerja yang tidak berat alias santai. Mereka hanya ingin gengsi, prestise sebagai anggota dewan yang membawa misi parpolnya. Seandainya rakyat tahu akan seperti ini, saya pastikan golput akan meningkat tajam pada Pemilu 2009 mendatang. Pertanyaan selanjutnya, jika gaji adalah kontraprestasi dari kinerja dan prestasi, maka apakah kenaikan gaji itu sesuai dengan kinerja aleg selama ini? Apakah dengan menaikan gaji aleg otomatis akan memacu adrenalin kinerja mereka? Saya kira belum pasti tuh. Memang untuk meningkatkan kinerja bisa dipakai satu dan atau dua-duanya yakni kenaikan gaji dan penerapan sanksi. Tampaknya pemerintah memilih menaikan gaji. Tapi ini, sekali lagi, belum ada bukti kuat bahwa aleg akan naik prestasi dan kinerjanya dengan naiknya gaji. Justru yang selama ini terjadi. Aleg semakin manja dengan fasilitas. Mereka minum air laut.

Bagaimana sikap PKS dan parpol islam yang lain? Saya hanya tahu sikap PKS. Yang pasti aleg PKS menentang PP tersebut, dan sudah memperjuangkannya untuk di-delete. Tapi logika dewan adalah logika suara terbanyak. So pasti, aleg PKS hampir selalu kalah dalam forum pengambilan kebijakan yang menggunakan mekanisme voting. Jadi peristiwa aneh ini bukan yang pertama kali. Biasanya PKS mengambil jalan tengah seperti kasus-kasus sebelumnya. Setelah gagal memperjuangkan, maka dengan terpaksa aleg PKS mengambil dana rapelan tersebut dan mengembalikan kepada rakyat dalam bentuk bakti sosial seperti pasar murah, bantuan beasiswa, bantuan modal UKM, bantuan perbaikan masjid-musholla dll sebagaimana taklimat DPP PKS. Inilah yang bisa dilakukan, daripada menolak dana tersebut -padahal PP sudah disahkan dan berlaku untuk semua- dan dikhawatirkan dana itu justru akan dikoruspi, atau lenyap entah kemana. Maka ambil saja, tapi ending-nya bukan untuk diri, tapi untuk rakyat, dan dakwah tentunya. Inilah yang membedakan PKS dengan parpol yang lain. Dan untuk gaji yang bertambah, insya Alloh komitmen mereka akan peningkatan kinerja dan keberpihakan kepada rakyat akan bertambah juga. Oleh karena itu, -mengutik quote iklan Iduf Fitri-nya Pak Tif: dukung kami agar tetap bersih dan peduli. Amiin.
Purwokerto kota satria-2008 akan pilkada, 22 Januari 2007

Saturday, December 23, 2006

Tarbiyah

5 Prinsip Implementasi Aqidah Islam Dalam Dakwah *
Bhayu Subrata **


Aqidah kita
Ayyuhal ikhwah, aqidah bagi seorang muslim adalah satu hal yang vital, wajib dan fundamental. Terlebih lagi keberadaan ia di bumi ini mengemban dua misi agung; ‘abdullah dan khalifah. Aqidah inilah yang akan menjadi ruh, nyawa dalam setiap geraknya. Secara bahasa aqidah berasal dari ‘aqoda-ya’qidu-‘uqdatan yang berarti ikatan (ar-rabthu), janji (al-‘ahdu) dan keyakinan yang mantap (al-jazmu). Ibnu Taimiyah dalam “Aqidah Al-Wasathiyah” menerangkan makna akidah dengan suatu perkara yang harus dibenarkan dalam hati, dengannya jiwa menjadi tenang sehingga jiwa itumenjadi yakin serta mantap tidak dipengaruhi oleh keraguan dan syakwasangka. Sedangkan menurut Hasan Al-Banna dalam “Al-‘Aqaid ”, aqidah adalah sebagai sesuatu yang seharusnya membuat hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keraguan.
Maka ciri-ciri akidah dalam islam adalah :
o Akidah didasarkan pda keyakinan hati, tidak menuntut yang serba rasional, sebab ada masalah tetentu yang tidak rasional dalam akidah.
o Akidah islam sesuai dengan fitrah manusia sehingga pelaksanaanya menimbulkan ketentraman dan ketenangan
o Akidah islam siasumsikan sebagai perjanjian yang kokoh, maka dalam pelaksanaanya harus penuh keyakinan tanpa disertai kebimbangan dan keraguan
o Akidah islam tidak hanya diyakini saja, lebih lanjut perlu pengucapan dengan kalimat thayyibah dan diamalkan dengan perbuatan shaleh.
o Keyakinan dalam akidah islam merupakan masalah yang supraempiris maka dalil yang digunakan dalam pencarian kebenaran tidak hanya didasarkan atas indra dan kemampuan manusia saja, melainkan membutuhkan wahyu yang dibawa oleh para rasul dari Alloh Swt

Adapun dasar aqidah islam adalah 5 rukun iman yaitu iman pada Alloh Swt, malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Hari akhir & Qadha-Qadr. Aqidah juga berkaitan erat dengan 6 rukun islam; syahadatain, shalat, zakat, puasa & haji. Maka aqidah kita adalah aqidah islam, sedangkan islam didirikan di atas lima dasar tadi (Hadits Arba’in-HR.Bukhari & Muslim). Syahadatain, inilah pilar utama aqidah kita. Inilah identitas hakiki kita semua.
Sebab, segala prinsip keislaman dan keimanan lainnya -selain dua kalimat ini- merupakan prinsip-prinsip pelengkap saja. Iman pada malaikat Alloh, Kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat, dan qadr yang buruk ataupun yang baik, shalat, zakat, shaum, dan haji berikut hukum-hukum halal-haram, muamalah, ajaran dan tuntunan islam; kesemuanya itu pada hakikatnya berlandaskan pada prinsip penghambaan diri di hadapan Alloh Swt semata dan sesuai dengan tuntunan yang telah Rasulullah Saw ajarkan pada kita. (Sayyid Quthb -Ma’alim Fiththariq [Petunjuk Jalan] hal.93 )

Dalam blue print bangunan islam kita, aqidah menempati posisi sebagai asas/ pondasi (dasar), bangunannya adalah sistem hidup, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, pemerintahan, akhlak, kemiliteran, lalu tiang penegaknya adalah jihad, amar ma’ruf-nahi munkar (dakwah), hukum dan sanksi-sanksinya. Adapun sumber-sumber aqidah kita ada 3 yakni Al-Qur an, As-Sunnah dan Al-Ijma’. Maka aqidah yang lurus, yang bersih ialah mengimani 5 rukun islam & 6 rukun iman, kemudian istiqomah mengamalkannya dengan berpedoman pada sumbernya.
Islam adalah aqidah hati nurani, tempat bersumbernya tingkah laku dalam masyarakat dan menjadi sistem kehidupan. Maka aqidah itu sendiri kalau telah terdapat dalam hati nurani, maka ia akan berusaha untuk menyatakan diri dalam kehidupan nyata dalm bentuk hukum (Sayyid Quthb-Dirasatu Islamiyah hal.97)

Aqidah yang shahih dalam pribadi muslim mampu mempengaruhi pandangan hidupnyam paradigma berfikirnya, sikapnya sehari-hari, yakni: Merdeka, artinya lepas dari penghambaan diri selain segala bantuk thaghut (Tuhan selain Alloh)> QS.60: 4. QS.109-105. Kemuliaan/ harga diri/ izzah> QS.63:8. Ketenangan (Ath-Thuma’ninah)>QS.13:28. Rasa aman (Al-Ammu)>QS.6:82. Optimis (At-Tafaul)> QS.12.87. Keberkahan (barakah)> QS.7:96. Berani (Asy-Syaja’ah)>QS.9:40/ QS.41:31. Tawakkal> QS.3:173
Inilah kesimpulan makna kalimat yang pertama dari kedua kalimat syahadah, yakni kalimat "Laa ilaaha illallaah" yang konsekuensinya adalah: tidak mencari Rabb selain Allah, tidak menjadikan selain Allah sebagai waliy (penolong) dan tidak menjadikan selain Allah sebagai hakim, sebagaimana diucapkan/ dikatakan oleh Al Qur'an dalam ayat-ayatnya yang sharih dan yang muhkamat. (Yusuf Al-Qaradhawi –Anatomi Masyarakat Islam)

Ikhwati fiddin, dakwah kita adalah aktivitas proaktif menyeru, mengajak, memotivasi manusia kepada Alloh Swt, pada Al-Islam dengan hikmah, kebaikan, keteladanan-contoh yang baik, argumentasi & debat yang elegan sehingga manusia menjauhi thagut, minal dzulumati ilannuur. Maka dakwah selalu bernuansa perbaikan (islah) dan perubahan (inqilab). Islam adalah masa depan, begitu kata Sayyid Quthb. Lalu apa fungsi, peran, manfaat, urgensi aqidah dalam berdakwah? berdakwah adalah sarana/ jalan/ metodologi yang digunakan para nabi dan rasul untuk menegakkan kalimatullah. Seorang muslim pasti ingin memujudkan cita mulia islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, maka tiada jalan lain kecuali berdakwah. Tabiat dakwah bukan menjadi masalah besar jika aqidah kita kuat dan realisasi aqidah dalam dakwah kita rangkum dalam 5 prinsip besar. Antum sudah sangat akrab dengan kelimanya.
Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga harum tapi merupakan jalan yang sukar dan panjang. Sebab antara yang haq dan bathil ada pertentangan yang nyata.Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharap hasil yang segera, tanpa putus asa, dan putus harapan. (Musthafa Masyhur –Fiqh Dakwah hal.7)

Pertama, prinsip Alloh ghayatuna harus ada, sebagaimana tujuan kita diciptakan; untuk beribadah (QS.Adzariat [51]:56), berdakwah pun harus terfokus pada satu titik; Alloh Swt saja dengan ikhlas, ihsan, mencari ridho-Nya. Dakwah para rasul pun selalu berorientasi ridho Alloh (QS. As-Syu’ara [26]: 107-110, 125-127, 143-145, 162-164, 178-180]). Berwala’ pada Alloh Swt, Rasul-Nya dan orang mukmin serta mem-bara’ selain ketiganya. Ridho pada semua ketentuan-Nya. Janji Alloh Swt pasti benar, bahwa Dia akan menolong hambanya yang menolong agama Alloh (QS. Muhammad [47]: 7). Alloh Swt juga selalu bersama orang-orang yang bertaqwa, orang yang benar, orang yang shaleh.

Kedua, prinsip Ar-Rasul qudwatuna -terutama Muhammad Saw menjadi wajib. Menjadikan mereka sebagai teladan, rujukan dan tuntunan adalah konsekuensi logis aqidah kita; syahadah risalah kita (QS.Al-Ahzab [33]: 21). Menjalankan sunnah-sunnah Muhammad Saw merupakan risiko yang indah. Berusaha mempunyai sifat Shiddiq (jujur, benar, kuat), Tabligh (komunikatif, merakyat, populis), Amanah ( terpercaya, kredibel, akuntabel) dan Fathonah (cerdas, cermat, pintar & profesional) juga penting. Cara berdakwah pun telah digaris besarkan (QS. An-Nahl [16]:125). Ketegaran Muhammad Saw saat dilempari batu oleh penduduk Thaif, kesabaran Nabi Nuh a.s selama 900 tahun, keberanian Nabi Ibrahim a.s. Akhirnya mengkaji Sirah Nabawiyah menjadi perlu. Beribadah sebagaimana beliau beribadah dan berakhlaq dalam berdakwah sebagaimana Abul Qasim berakhlaq dalam berdakwah juga bagian dari aplikasi akidah dalam dakwah.

Ketiga, prinsip Al-Qur an dusturuna adalah harus. Membacanya, mengkajinya, mentadaburinya, melaksanakan perintah-Nya dalam Al-Furqon, menjauhi larangan di dalam Ad-Dzikr. An-Nuur lah kitab yang terlengkap, memuat semua aturan dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sepertiga Al-Syifaa adalah kisah yang menguatkan perjalanan Rasulullah Saw, menambah ilmu dan hikmah beliau. Al-Qur an adalah sumber (hukum) islam, the way of life maka aplikasi lainnya adalah mengamalkan islam, marketting islam, mendakwahkan islam. Para dai menjadikan islam sebagai pedoman hidup, rujukan hidup, dan solusi atas segala persoalan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Ia suatu sistem yang sempurna yang mencakup kegiatan orang-seorang dalam keluarga, dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan internasionalnya. Ia menentukan hukum-hukum berbagai macam hubungan dalam segala bidang itu, dan mengadakan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan ini. (Sayyid Quthb-Dirasatu Islamiyah hal. 97)

Keempat, prinsip Al-Jihad sabiluna merupakan jalan yang wajib dilalui. Jihad adalah kesungguhan di jalan Alloh Swt. Semangat berjuang, berkorban, mengerahkan segala kekuatan dan potensi untuk kemenangan Islam dengan kedisplinan, keseriusan, manajemen dan perencanaan. Semua hal tersebut menjadi penting dalam berdakwah. Berjihad memiliki keutamaan yang besar yang membedakan dengan orang yang tidak ikut berjuang (QS.An-Nisaa [4]: 95. Julukan mereka adalah orang yang benar-benar beriman, mereka mendapat ampunan dan rizki (nikmat) yang mulia (QS. Al-Anfaal [8]: 74) bahkan termasuk golongan Muhammad (QS.8:75). Allohu Akbar! Fursanu finnahar wa ruhbanu fillail, itulah gambaran aktivitas para shahabat.
Yang saya maksud dengan jihad adalah sebuah kewajiban yang terus berlaku sampai hari kiamat. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya “Barang siapa mati, sementara ia belum pernah berperang dan belum berniat untuk berperang, maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah” (Hasan Al-Banna- Surat Terbuka Untuk Generasi Dakwah)

Kelima, Al-mautu fii sabilillahi asmaa amaninaa menjadi impian. Seorang muslim mempunyai slogan ‘hidup mulia atau syahid dijalan-Nya’. Mati adalah pasti, tiada yang bisa menunda dan memajukan kecuali atas kehendak-Nya. Alloh Swt menjelaskan bahwa para syhuhada yang terbunuh tidaklah mati, mereka hidup disisi Alloh (QS.Al-Baqarah [2]: 154) dan mendapat rizki dan mereka gembira (QS. Ali-‘Imran [3]: 169) dengan pahala yang besar (QS. An-Nisaa’ [4]: 74). Bahkan para pejuang Alloh Swt dijanjikan surga (QS.At-Taubah [9]: 111)/ (QS.Al-Hajj [22]: 58)/ QS. Muhammad [47]: 4-6). Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (QS.’Ali-‘Imran [3]: 195)

Secara global, aplikasi aqidah dalam dakwah ada pada aplikasi 2 kalimat syahadah yakni bagaimana kita berdakwah hanya karena Alloh Swt, untuk Alloh Swt menggunakan cara-cara, metode, misi & strategi, referensi dari Nabi Muhammad Saw.

*. Tulisan untuk Latihan Kader II UKI FH Unsoed, 23-25 Desember 2006.

HIDUP CINTA !

HIDUP CINTA

Brata


Alarm adzan Timur Tengah berdering, semakin nyaring. Memecah keheningan.
“Say, bangun...” bisiknya di telinga seseorang disebelahnya
“Kita qiyamulail yuk” lanjutnya lirih
“Jam berapa Mas...” jawabnya pelan. Matanya masih terpejam.
“Jam.03.30. Ayo say, nanti keburu subuh” Ia melangkah ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian ia sudah rapi, wangi dan siap menghadap ilahi.
“Ayo say... tak sun lho kalau ga bangun, satu, dua...” Laki-laki itu mulai mengancam
“Coba kalau berani” ia malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Merasa ditantang, pria itu langsung menyerang
“Aduuh, sudah Mas... sudah. Mas harus wudhu lagi, batal” wanita itu coba mengelak
“Enggak yaa, Rasulullah pernah mencium istrinya padahal ia sedang shaum.”
“Huu, ngga nyambung” Wanita itu lari menjauh

“Allaaahu Akbar”
Dua insan sedang bermunajat kepada Sang Khaliq. Inilah saat yang paling afdhol untuk mendekat dengan-Nya, sepertiga malam. Ibadah yang paling utama setelah shalat fardhu.Bacaan Qur annya terasa syahdu, khusyuk membekas. Mohonlah ampunan-Nya atas dosa seluas samudera. Mintalah apa saja pada Yang Maha Kaya. Insya Allah dikabulkan. Pasti!
“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu”
Doa tulus pun terucap halus. Taubat dan syukur bertutur jujur. Mohon keselamatan dan kebahagiaan dalam riho-Nya semata. Selesai. Sang makmum langsung menggapai tangan sang imam kemudian mencium punggung tangannya. Air matanya menetes. Sang imam membalas dengan kecupan lembut di keningnya.

“ Maafkan Mas, semalam pulang larut. Diluar rencana, ada ikhwah yang kena musibah”
“Ya ngga apa-apa Mas. Untung Mas bawa kunci, kalau tidak Mas bakal tidur di teras, kedinginan.” Mereka ngobrol ringan setelah berdzikir.
“ Iya ya, kaya Rasulullah dulu, tidak jadi masuk rumah karena khawatir mengganggu tidur istri beliau. Jadinya beliau tidur diluar. Romantis juga yaa”.
Adzan subuh berkumandang menyambut hari, anugerah ilahi. Merdu sekali membangunkan jiwa-jiwa yang rindu akan rahmat-Nya. Kedua pasangan itu pun bergegas menyambut panggilan suci itu.

Mentari bersinar sangat indah. Cahaya emasnya menerangi alam raya. Seakan memberi semangat pada penghuni bumi untuk bersegera beraktivitas. Udara segarnya membersihkan jiwa dan raga. Nikmat Alloh yang tiada terkira. Ringtone “Taqwa” Opick mengalun indah. Pria itu segera menyambar HP diatas rak.
“Assalamu’alaikum. Ada apa Ibu ?”
“ Sehat Ibu, Alhamdulillah “
“ Ada ” Ia memberi kode agar istrinya mendekat. HP pun berpindah tangan
“Assalamu’alaikum, Ibu sehat ?” Beberapa saat ia terdiam.
“Innalillahi ya insya Alloh pagi ini kami berangkat” nadanya sedih.
“Ya, Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuhu. Salam untuk Bapak ?” lanjutnya
“Ada apa Say ?” Dia menerima HP
“Bapak kena stroke Mas” Mata wanita berjilbab biru itu berkaca-kaca. Ia menangis.
Lelaki itu segera memeluknya. Dibelainya lembut sosok dalam jilbab biru.s

Adi Ahmad adalah seorang mahasiswa yang senang berorganisasi. Dia aktif di Lembaga Dakwah Kampus dan Gerakan Mahasiswa Ekstra Kampus. Setelah lulus ia mencoba ikut tes PNS dan lulus. Kini ia menjadi PNS golongan III a dengan gaji yang tidak terlalu besar. Ia sudah berjanji begitu mendapat pekerjaan ia akan segera menikah. Menjadi PNS bukanlah keinginannya, sebenarnya ia ingin merintis usaha mandiri yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Akan tetapi orang tuanyalah yang menginginkan dia menjadi PNS. Meski bertolak belakang dengan keinginannya, pun akhirnya ia menuruti apa saran dari Ibu dan Bapaknya. Memang pekerjaan sebagai PNS masih dipandang lebih terhormat daripada pedagang atau pengusaha walaupun gajinya kecil, belum lagi banyak potongan.
Dewi, begitulah wanita ini dipanggil. Ia lulusan sebuah perguruan tinggi negeri di Semarang. Ia juga seorang aktivis kampus. Setelah meraih gelar S1, ia memutuskan untuk pulang kampung dan meneruskan aktivitas dakwahnya disana. Dan bersama beberapa temannya ia mendirikan sekolah islam yang kini memasuki tahun kedua. Dewi adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayah dan Ibunya adalah seorang pensiunan PNS namun tidak pernah memaksa Dewi untuk menjadi PNS. Menikah dengan Adi, S.Sos merupakan kebahagiaan yang tiada tara baginya.

“Assalamu’alaikum Mbak.Ani. Afwan, 3 hari ini ana ijin tidak bisa masuk, harus pulang karena Bapak sakit”
“Iya, jazakillah, sampaikan permohonan maaf ana ke yang lain. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu” Dewi mengakhiri pembicaraannya dengan Kepala SDIT Qolbun Salim. Sementara itu Adi masih mengetik surat ijin.
“Kita mampir ke kantor dulu ya Say, ngasih surat ijin” pintanya sambil menunjukkan surat ijin yang sudah dicetak. Wanita itu mengangguk sambil terus berbenah.
Mereka berangkat ke Semarang dengan menggunakan bus. Sepanjang perjalanan Dewi tampak gelisah. Sesekali ia melamun, tatapannya kosong.
“Kata Ibu Bapak terlalu banyak makan yang enak-enak, terus kebiasaan merokoknya juga susah ditinggalkan Mas. Bapak juga tidak pernah berolah raga” Ia mulai bercerita. Maklum mereka baru menikah dan proses ta’aruf jilid II belum tuntas karena kesibukan keduanya yang cukup tinggi. Dewi biasanya pulang pukul 16.00 WIB kecuali Jum’at karena SDIT nya di-setting full day school. Belum lagi kegiatan liqo’, syuro DPC dan lain sebagainya. Sedangkan Adi, selain hari Jum’at biasanya pulang pukul. 14.00 WIB. Namun terkadang ia harus ketemu dengan rekan bisnisnya yang sedang membangun usaha mandiri.
“Nenek Mas juga kena stroke, ibunya ibu Mas. Sudah empat tahun ini” Tangan Adi menggenggam lembut tangan istrinya
“Dulu nenek tidak bisa berjalan, tangan kanannya lumpuh. Setiap hari semua anaknya mendapat jatah menjaga dan melayani nenek, termasuk Ibu Mas. Alhamdulillah, sekarang nenek sudah bisa berjalan, meski tertatih-tatih namun belum bisa mengucap kata”. Lanjutnya datar. Ia sengaja tidak menceritakan penyakit kakeknya -dari Bapaknya- yang juga kena stroke tapi kemudian meninggal. Ia sangat khawatir melukai hati kekasihnya.
“Insya Alloh Bapak akan sembuh” Ia coba menenangkan.
“Say.. ?” Ia tengok kanan. Dewi telah tertidur menyandar di pundaknya. Adi merangkul. Dipeluknya erat wanita yang amat dicintainya. Bis terus melaju di jalan berkelok, tanjakan dan turunan. Dan semakin siang semakin ramai. 4 jam berlalu, kini bis bergerak pelan memasuki sebuah terminal. Beberapa tukang becak langsung berebut masuk bis mencari penumpang.
“Say, bangun, kita sudah sampai. Kita shalat dhuhur dulu, trus makan siang biar sampai di rumah tidak merepotkan”. Dewi cuma mengangguk pelan. Para penumpang perlahan mulai turun.

Rumah itu sederhana. Tidak terlalu besar. Dindingnya bercat cokelat. Dua buah pohon mangga di depan rumah laksana gapura. Rerumputan hijau menghampar di halaman. Rindang, sejuk, nyaman, adem. Di teras terdapat dua kursi ukiran dan sebuah meja kaca. Beberapa koran tergeletak di bawah meja. Tapi rumah itu tampak sepi.
“ Assalamu’alaikum “ ucap Dewi sambil menekan bel. Tidak ada jawaban. Ia menerawang kaca hitam.
“Assalamu’alaikum” kini giliran Adi mengucap salam. Lebih keras. Tetap sepi.
“Eh, Mbak Dewi, Ibu di RSU. Bapak kena stroke” Bu Hadi, tetangga depan rumah datang mendekat.
“Innalilahi, matur nuwun Bu. Kami ke sana saja” Dewi panik. Mereka bergegas ke RSU. Adi tidak banyak bicara, sesekali mencoba menenangkan istrinya. 15 menit kemudian mereka sampai di RSU. Dewi berlari kecil menuju loket depan.
“ Maaf Mbak, pasien Bapak Suparman di ruang apa?” nafasnya sedikit terengah.
“ UGD kamar no.2, lurus terus, belok kiri ” jawab petugas RSU sigap. Dewi bergerak cepat dan semakin cepat. Adi mengikuti dibelakangnya. Belum pernah ia melihat istrinya sepanik ini.
“ Ibu ! ”. Ia melangkah masuk
“Dewi, Alhamdulillah...” Ibundanya yang tengah duduk menunggu segera bangkit dan memeluk putri bungsunya erat. Adi langsung sungkem kepada Ibu mertuanya.
“Bapak sedang tidur, baru di-rontgen” tutur Ibunya lirih. Matanya berair. Dewi mendekati sosok berselimut putih. Ia terisak, menangis memandangi sekujur tubuh Bapaknya.
“ Kondisi Bapak bagaimana ?” tanya Adi pada Jono, iparnya.
“ Kedua kaki Bapak tidak bisa bergerak. Tangan kanannya juga. Bicaranya juga tidak jelas, kata dokter ada penyumbatan pembuluh di otak Bapak. Dokter menyarankan agar segera dioperasi” ungkap kakak Dewi. Adi segera melesat ke ruangan dokter.
“Dokter, apakah Bapak saya harus segera dioperasi ?” tanya Adi
“Harus, karena strokenya mulai menjalar ke tubuh bagian kiri Bapak Anda. Maka gumpalan di otaknya harus di tembak laser agar hancur dan strokenya tidak menyebar” Jawab dokter gamblang.
“Baik, kapan Bapak saya bisa dioperasi Dok?” pinta Adi mantap
“Malam ini bisa. Lebih cepat lebih baik”

Sore itu juga Adi menghubungi beberapa ikhwah di Purwokerto dan rekan-rekan bisnisnya. Dia menceritakan kondisi keluarganya sekaligus meminta bantuan. Ia tidak bisa menanggung biaya operasi sendirian, tabungannya tidak cukup.
“Jazakallah akhi. Kirim ke rekening ana saja. Segera ya. Assalamu’alaikum” Adi mengakhiri teleponnya.
“Matur nuwun sanget Pak. Salam ngge Ibu” Dia juga menelpon Bapaknya.
Dia memberi tahu Dewi, ibunya dan Jono bahwa Bapak akan dioperasi malam ini juga. Ketika mereka menanyakan biaya operasi Bapak, Adi menjelaskan bahwa dia yang membayar semuanya. Hari menjelang maghrib, RSU bertambah sepi, lengang. Ternyata tidak banyak pasien di UGD hari ini.
“Say, kita shalat maghrib dulu yuk. Kita berdoa semoga operasi Bapak lancar” Ajak Adi menggamit tangan istrinya. Setelah ijin kepada ibunya, mereka pun menuju musholla.
Mereka sampai di musholla. Tidak banyak orang disana.
“Say, senyum dong, hari ini kurasa hampa tanpa senyummu sayang. Pahit.” pinta Adi di teras musholla. Dewi cuek.
“Tenang Sayang, insya Alloh operasinya lancar. Yakinlah Alloh pasti menyembuhkan penyakit Bapak karena kita sudah berikhtiar. Okey Honey, pliss give me a smile?” Adi mulai merayu. Dewi masih diam.
“Hey, apa itu ! ” teriak Adi tiba-tiba menunjuk arah kanan atas.
Dewi kaget, dia menoleh ke kanan. Kesempatan itu tidak disia-siakan Adi. Dia segera menyerang pipi kiri istrinya. Cup !
“Mas Adiiii... !” Dewi berlari mengejar suaminya.


***
Pengen yaa...? Sama...


Purwokerto, 19 Desember 2006

Cerpen ini terinspirasi dari novel “Dzikir-dzikir Cinta” dan “Syahadat Cinta” yang dua hari lalu saya baca. Sekarang memang lagi ngetrend novel-novel berekor Cinta setelah Best Seller “Ayat-ayat Cinta” Habiburrahman Al-Zhirazy saya baca tahun lalu. Saya yakin kedua cerpen diatas terinspirasi “Ayat-Ayat Cinta”. Alur ceritanya mirip. Baca saja!


Brata adalah nama pena ikhwan tinggi berkaca mata ini. Nama aslinya Bhayu Subrata. Lahir 25 tahun yang lalu pada 13 Juni di Banjarnegara. Masih berjuang menyelesaikan studi S1-nya di FISIP Ilmu Administrasi Negara. Saat ini aktif di Badan Humas DPD PKS Banyumas dan di NURy Islamic Youth Centre. Anda bisa menghubungi 081 327 64 64 81 untuk bersilaturahim dengannya. Graha Muslimun di Jalan Jatisari, Gg. Cendana Kel. Sumampir Rt.05/V Purwokerto Utara adalah kostnya bersama para aktivis lainnya. Dia juga punya blog di mas-bhayu.blogspot.com. Email juga ada di mas-brata@eramuslim.com.

Thursday, December 14, 2006

Aa Gym II

Mengapa Aa Gym menikah lagi ?
Bhayu Subrata

Saat ini hampir semua media massa terutama televisi kerap mengangkat berita menikahnya lagi Aa Gym. Kalau kita cermati semakin hari berita poligami Aa Gym semakin tidak karuan, semakin melebar, memojokan dan bahkan memvonis. Ini sangat berlebihan dan membahayakan dakwah dan islam itu sendiri. Media begitu bernafsu memburu sumber berita, menguak dan mengorek dari mana saja asal dapat menambah panas berita poligami, hatta putri sulung Aa Gym, Ghaida Tsuraya pun tak luput dari incaran wartawan. Keterlaluan !

Munculnya berita Aa Gym menikah lagi hampir bersamaan dengan berita skandal seks (baca: zina) seorang anggota DPR RI dari Partai Golkar. Ya, kasus video porno, mesum bin bejatnya Yahya Zaini, S.H dengan seorang artis dangdut, Maria Eva. Saya pernah menyampaikan ini dengan teman saya, Akh.Dani pada 5 Desember lalu. Saya mengatakan bahwa munculnya dua berita yang sangat bertolak belakang ini hampir bersamaan atau tidak jauh jaraknya. Satu berita yang syar’i dan satu lagi yang jahily. Hal ini ternyata juga diungkap pula dalam khotbahnya Ust. Hendro Kuncoro, S.Pt di Masjid Fatimatuzzahra, 8 Desember kemarin. Insya Allah pembacaan saya atas media ini orisinil. Jadi, Subhanallah, seperti sudah diatur bahwa ada dua contoh kehidupan yang benar dan yang salah. Namun ternyata media sangat tertarik mengekspos berita menikahnya Aa Gym untuk yang kedua kalinya daripada kasus video porno dua manusia yang tidak tahu dosa itu. Mungkin dari porsi tayangnya mungkin sama tapi media tetap condong ke Aa Gym. Mungkin karena berita selingkuh sudah biasa so ga asyik diomongin lagi.

Lalu apa yang salah dengan menikahnya Aa Gym? Aa hanya ingin mengamalkan salah satu ajaran islam dan itu hak Aa. Dan apa yang benar dari selingkuhnya dan berzinanya Yahya dengan Maria? Apa? Tidak ada yang benar dari kasus Yahya-Maria. Pertama, jelas ini perbuatan dosa besar, seandainnya saat ini ada khilafah, Yahya dan Maria wajib dihukum dirajam sampai mati. Dia telah melakukan zina muhshon, zina besar yang sangat besar dosanya. Na’udzubillah min dzalik. Dan anehnya istrinya tahu kalau suaminya itu selingkuh. Perlu diketahui, kata media, mereka berdua sudah berselingkuh selama 2 tahun. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah . Kedua, Maria sudah pernah menggugurkan kandungannya yang kala itu berumur dua bulan, atas permintaan Yahya dan konon disetujui oleh istrinya. Ini juga dosa besar dan perbuatan kriminal. Ketiga, Maria juga dituduh memeras Yahya sebesar 5M. Jika benar, ini semakin menambah berat dosanya. Dan apa hukuman buat mereka berdua? Yahya ‘hanya’ mundur dari keanggotaan DPR RI. Sementara itu Maria terus berkelit dari jeratan hukum. Masyarakat seperti melupakan kesalahan dan dosa Yahya. Saya lihat sedikit sekali komentar mengecam, menyesalkan dari masyarakat atas kelakuan cabul anggota dewan yang jorok itu. Di Suara Merdeka, Kamis, 7 Desember lalu, Permadi, seorang aleg dari PDIP mengatakan bahwa fenomena Yahya-Maria bukan hal yang aneh di kalangan naggota DPR RI. Kata paranormal itu “Yahya apes karena perilakunya ketahuan dan videonya bocor ke masyarakat”. Masya Allah, berarti perselingkuhan dan perbuatan mesum dilakukan juga oleh para anggota dewan yang terlaknat. Bahkan kabarnya, ada orang yang menawari dan mensuplai wanita panggilan kepada beberapa aleg. Saya hanya bisa beristighfar dan menyesalkan pilihan masyarakat pada Pemilu lalu. Masyarakat kita yang bodoh atau para caleg yang licik dan picik.

Sekarang media lebih senang membahas berita Aa Gym. Bahkan 2 stasiun tivi swasta tertua di negeri ini, RCTI & SCTV mengangkat tema poligami dalam acara khusus dan menghadirkan 2 pihak yang pro dan kontra. Pihak pro poligami berkeyakinan bahwa ini diperbolehkan oleh agama dan ada contoh-tuntunan dari Nabi Muhammad Saw. Belau-beliau juga mengulas sisi positif atau segi manfaat dari poligami dari kacamata kehidupan sosial. Tak jarang beliau juga menceritakan kisah Rasulullah dalam berpoligami. Sementara itu pihak yang kontra mencoba melemahkan dan menghancurkan konsep poligami yang sudah jelas-jelas ada dalam kitab suci Al-Qur an dengan mengambil kasus-kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, ketidak harmonisan dan permasalahan keluarga yang lain. Sesekali mereka bicara kesamaan hak antara pria-wanita, HAM. Poligami dicap jahat, merendahkan dan tidak memuliakan wanita karena hal-hal diatas. Poligami juga dicap menghancurkan rumah tangga dan mendzalimi anak-anak. Anehnya ketika mereka rame-rame menghujat poligami,mereka juga tidak menyetujui selingkuh. Poligami itu pilihan, kata Ustadzah. Yoyoh Yusroh. Bahwa satu hikmah atau manfaat berpoligami adalah untuk menjaga suami agar tidak tergelincir ke dalam perbuatan dosa, haram, hina dan saru; selingkuh dan berzina dengan wanita lain yang bukan istrinya. Jadi islam membuat aturan main yang baik untuk mengatur hal tersebut dan ini pun telah diberi syarat yang sangat amat berat sekali yakni adil, dalam segalanya.

Saya mencoba membaca apa motif dibalik keputusan Aa Gym menikah lagi. Mengapa Aa berani mengambil keputusan besar yang -saya yakin- Aa sudah tahu pasti akan ada reaksi kontra dari masyarakat. Kalau motif ketidak harmonisan rumah tangga, saya kira tidak benar. Buktinya kedua pejuang islam ini selalu mesra. Mereka sering mengisi ceramah bersama-sama. Kalau motif seksual seperti ketidakmampuan melayani dan memberi keturunan, ini juga salah besar. Lihatlah 7 anak telah diamanahkan Alloh Swt pada Aa Gym dan Teh Ninih. Lalu apa motif Aa? Allahu A’lam. Tapi yang jelas secara ekonomi, Aa Gym siap berpoligami, ia kaya, memiliki banyak perusahaan dengan omzet milyaran rupiah. Nah, beberapa kasus suami yang poligami kemudian retak dan cerai itu mungkin karena kesiapan finansialnya tidak ada atau kecil padahal sang suami akan menanggung amanah baru, beban baru. Motif sosial (ukhuwah), bisa jadi ada. Sebab istri barunya seorang janda beranak 3. Aa Gym pernah mengatakan dalam MQ Pagi bahwa ia sudah bisa mensejahterakan seorang istri dan ia ingin ada wanita yang bisa merasakan hal yang sama. Saya malah berandai-andai, seandainya pilihan Aa Gym jatuh pada seorang gadis bisa jadi akan lebih heboh lagi. Dan kalau kita baca sirah Nabi, motif Nabi berpoligami berbeda beda, ada yang motif dakwah sehingga seluruh kabilah si istri masuk islam. Ada juga motif untuk menyelamatkan dan menjaga kehormatan seorang wanita karena suaminya syahid di medan laga. Ada yang menjaga kehormatan janda miskin. Jadi –kata PR 3 Unsoed (tadi pagi saya sempat ngobrol di Bazar Akhir Tahunnya UKKI-Sevo)- niat Rasulullah menikah lagi benar-benar ikhlas karena Allah, hal itu bisa dilihat dari beberapa istri rasul yang sudah berusia lanjut dan janda Saya sepakat dengan Pak. Kusbianto. Secara visi, saya kira Aa Gym dan Teh Ninih juga sudah siap, buktinya mereka sudah membicarakan, mendiskusikan rencana selama 5 tahun. Cuma belakangan media lah yang mengompori, memancing dan membuat opini seolah-olah Teh Ninih tidak ridho. Tapi Aa Gym juga salah karena tidak segera menampilkan, mengajak, mengenalkan Teh Rini ke publik. Ini semakin menyuburkan kecurigaan, prasangka, dzan dalam masyarakat. Mungkin Teh.Rini bertugas menjaga ketujuh anak Aa ditambah 3 anak dari Teh. Rini sendiri sembari memperdalam ilmu agama karena jam terbang Aa dan Teteh sangat padat sehingga anak-anak butuh perhatian ekstra. Saya kira Aa Gym perlu terbuka, mengenalkan istri barunya, menjelaskan secukupnya sehingga publik puas dan lega.

Kita tahu bersama Aa Gym sangat mengidolakan Muhammad dan keluarga beliau. Aa sangat ingin meniru, men-copy paste kehidupan keluarga Rasulullah Saw, termasuk berpoligami. Dan Aa Gym juga manusia sebagaimana lelaki yang lain yang punya nafsu jadi wajar jika memilih istri yang -kata orang- lebih cantik dari Teh Ninih. Jadi yang tidak siap berpoligami yaa jangan menikah lagi. Satu saja tapi jangan selingkuh alias zina. Kalau tidak mau berzina, yaa poligami saja karena benar, aman dan lebih terhormat. Tapi persiapkan dulu segalanya : ruhiyah (iman), finansial (keuangan), keluarga dan anak-anak agar keluarga baru nanti lebih sakinah, mawadah dan rahmah serta menjadi contoh bagi keluarga yang lain.

Banyaknya kasus bayi terbunuh, mayat bayi merah ditemukan di sungai, di tempat sampah, mewabahnya penyakit seks menular (PSM), penyakit kelamin, HIV/AIDS adalah akibat dari perselingkuhan, ‘jajan’, hubungan gelap, seks bebas yang seakan sudah membudaya. Kita tahu semua bahwa Indonesia adalah negara yang cukup porno (selain korup), paling jorok karena jumlah pengakses situs porno sangat banyak. Berarti banyak sekali pria Indonesia yang tidak puas dengan satu istri dan ternyata mereka lebih memilih selingkuh, berzina, nikah siri, kawin kontrak yang sudah jelas-jelas haram, berdosa dan dilarang daripada palogami yang dibenarkan agama, sah, halal dan aman. Semoga Alloh bisa menunjukan kebenaran pada semua orang. Amiin.


Purwokerto, 9 Desember 2006

NB:
Muhammad menikah dengan Khadijah di usia 25 tahun. Khadijah, 40 tahun adalah seorang janda yang kaya, namun bukan motif itu yang membuat Muhammad tertarik. Beliau tertarik dengan perangai, sifat dan kemuliaannya. Ketika Muhammad diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, sementara Khadijah sudah berusia 53 tahun. Khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam, peran dan kontribusi beliau sangat besar dan tak tertandingi diantara istri-istri beliau. Di usia 63 tahun Khadijah wafat di bulan Ramadhan dan kala itu Muhammad berusia 50 tahun dan tahun itu juga, bulan Syawwal beliau menikahi Saudah, janda As-Sarkan Bin Amr yang wafat. Setahun kemudian di usia 51 tahun Rasulullah menikahi Aisyah namun belum tinggal serumah. Rasulullah berhijrah saat usia beliau 53 tahun. Tahun 6 Hijriyah, diusia 56 tahun, beliau menikahi Hafshah Binti Umar Bin Khaththab yang suaminya syahid pasca perang Badar. Di usia 57, (Tahun 4 H) Muhammad kembali menikahi Zainab Binti Khuzaimah, janda Abdullah Bin Jashy yang syahid di perang Uhud. Namun 3 bulan kemudian Zainab wafat. Di tahun itu juga, bulan Syawwal beliau menikahi Ummu Salamah, janda Abu Salamah yang meninggal di bulan Jumadits tsani. Pada usia 59 (tahun 6 H), beliau menikahi Zainab Binti Jashy, janda Zaid Bin Haritsah, karena dicerai dan juga menikahi Juwariyah Bin Al-Harits, seorang tawanan perang yang kemudian dibebaskan. Dan pada usia 60 tahun, beliau menikahi 3 wanita sekaligus, yakni Ummu Habibah Ramlah, janda Abdullah Binti Jashy Binti Abu Sofyan yang murtad, namun Ummu Abdullah tetap berislam. Istri kedua adalah Shafiyah Binti Hunai, tawanan Khaybar dan ketigha adalah Maimunah Binti Harits. 2 istri beliau wafat saat Muhammad masih hidup dan 9 istri masih hidup hingga beliau wafat. Setiap istri yang beliau nikahi mempunyai efek dan peran yang signifikan terhadap dakwah. Selengkapnya silakan baca Sirah Nabawiyah.

Wednesday, December 06, 2006

Aa Gym

Akhirnya Aa’ Gym berpoligami
(Komentar seorang fans)

Saya tertarik menulis sebagai bentuk komentar atas berita poligaminya Aa’ Gym. Seminggu lalu memang muncul isu Aa’ Gym telah menikah lagi dengan seorang karyawati Daarut Tauhid. Dan ini telah dibenarkan oleh Aa’. Saya sempat nonton beritanya di KISS, 4 Desember ini. Berita poligami Aa’ Gym telah setara dengan berita selebritis, padahal ia bukan selebritis. Apalagi sekarang banyak bermunculan dai-dai muda yang termasuk dekat (baca: berdakwah) dengan para selebritis. Sebut saja Ustadz. Jefry Al-Bukhory (UJ), Ustadz.Subkhi Al-Bughury dan Ustadz. Yusuf Mansur. Tapi Aa’ Gym sudah kadung menjadi public figure, tokoh publik yang kemampuan berdakwahnya tidak hanya diakui di nusantara saja bahkan di manca Negara. Majalah TIME pernah menjulukinya The Holy Man. Keputusan berpoligami Aa’ Gym cukup mengagetkan para penggemarnya sekaligus mad’u nya. Bahkan ada SMS yang mengancam akan menjambak, memukul dan (maaf) meludahi Aa jika bertemu (MQ Pagi, 4 Desember). Pagi itu semua telepon mengomentari keputusan tersebut. Dan Aa hanya diam mendengar. Tak kurang Ketua MUI KH. Miftah Faridl harus turun telpon untuk menjelaskan keputusan tersebut. Selama saya mengikuti ceramah Aa, memang beberapa kali Aa menyinggung tentang poligami termasuk pas datang di UMP, 1 Agustus 2006 lalu. Cerita yang sering diungkap kurang lebih sebagai berikut, dia monolog nih,
“Ma, Papa ingin jujur pada Mama, bahwa Papa ingin menikah lagi. Bagaimana pendapat Mama? “
“Ya, boleh Pa, saja dengan tiga syarat”
“Apa itu Ma?”
“Pertama, Aa harus bisa adil. Kedua, Aa harus bantu Mama agar bisa ikhlas. Ketiga, langkahi dulu mayat Mama … Ha ha haa…”
Gerrrr, spontan jamaah tertawa. Ayo Ngguyu…

Argument sederhana ini pernah dilontarkan oleh dai kondang sejuta ummat (mengapa sejuta? padahal ummat islam 80%), soal pria boleh poligami dan mengapa wanita tidak boleh poliandri adalah jika poligami maka jelas siapa bapak si anak dari kedua istri. Akan tetapi jika poliandri, tidak jelas siapakah bapak si bayi, A atau B. Ini penting karena menyangkut nasab seseorang.

Poligami memang tuntunan agama dan telah dicontohkan Rasulullah Muhammad Saw. Beristri 9 itu khusus untuk Nabi Saw saja. Sedangkan ummatnya maksimal 4, itu pun dengan syarat yang sangat berat yakni adil, dalam nafkah batin dan lahir. Kalau tidak bisa adil, yaa satu saja. Di Indonesia ada beberapa orang yang sudah berpoligami sebut saja bos Ayam Bakar Wong Solo dengan 4 istri. Atau beberapa ulama juga ada cuma ia bukan public figure sehingga tidak muncul di media. Yang pasti Aa Gym sudah siap dengan segala konsekuensinya. Dia ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa poligami itu bisa dan berkah. Namun ia sempat berpesan di media jangan sampai keputusannya ini dijadikan alasan oleh orang lain untuk berpoligami. Katanya dia sudah merencanakan poligami dan mendiskusikannya dengan Teh Ninih 5 tahun lalu. Yang pasti berpoligami masih lebih baik, terhormat dan bermartabat daripada nikah siri, nikah mut’ah apalagi selingkuh (berzina) dan memiliki WIL/ simpanan
Saya mengenal KH.Abdullah Gymnastiar sudah cukup lama. Sekitar tahun 1999 saat saya di Bekasi. Saya mengenalnya lewat kaset dan buku-buku saku MQnya. Waktu itu dakwah Aa belum memasuki media televisi. Sejak itu saya tertarik dengan materi dakwahnya yang santai, mudah dipahami dan diamalkan. Lewat Aa’Gym lah saya -yang waktu itu sedang semangat belajar islam- menjadi lebih dalam dan jauh mengenal islam. Saya sangat senang dengan rumus permainan kata-kata yang ia susun. Jadi semacam mind map agar suatu hal lebih mudah diingat, dihafal dan memotivasi. Konsep 3M; Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil dan Mulai saat ini, 5 S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, 7B, 5 kiat menghadapi persoalan hidup, Konsep Marah- Haram> Ramah. Atau Nasyid Jagalah Hati yang selalu muncul dalam ceramah-ceramah beliau. Dan masih banyak konsep dakwah yang lain. Kreatifitas mengemas Islam inilah membedakan Aa dengan dai lainnya. Hal ini pula yang membuat Islam tidak hanya dipahami seluas sholat, zakat, haji, puasa saja. Semua orang menjadi senang dan nyaman berlajar Islam dengan Aa’Gym. Selingan humor, cerita ringan dan ilustrasi ringan menambah betah duduk berjam-jam.

Saya rutin mengikuti ceramah Aa di RCTI, waktu itu setiap Jum’at jam 5 pagi. Di rumah, saya selalu merekam ceramah beliau, ada lebih dari 10 kaset rekaman. Selain itu saya selalu mengajak Bapak, Ibu dan kedua adik saya untuk nonton Aa ba’da sholat subuh. Alhamdulillah mereka menyukainya. Saya juga sempat beli poster konsep MQnya, dulu di sebuah mall di Semarang. Saya setia mengikuti ceramah Aa yang sudah mulai meluas ke SCTV dan beberapa tivi swasta lain hingga kuliah di Unsoed. Tahun pertama kuliah saya rajin menabung hanya untuk membeli kaset Aa Gym, saya sempat mengkoleksi 10 kaset Aa’ seperti Generasi Unggulan, Kepompong Ramadhan, Suri Tauladan, Seri Makrifatullah, Muhasabah, Dengki, Indahnya Menahan Marah, Lisan dan Keluarga Sakinah. Tapi sekarang kaset itu sudah pindah tangan. Ceritanya sekitar tahun 2000, kaset- kaset Aa saya dipinjam oleh temen, Hari namanya mahasiswa FE Unsoed, sekarang ia menjadi suami Dewi Purwanti, S.Sos. Dewi adalah Kabid Keputrian UKI FISIP saat saya menjadi Ketua Umumnya. Jadi satu angkatan. Oia, dulu anak UKI 2001 punya wadah bernama AMROJI atau Angkatan Mujahid Rongewu Siji. Sekarang sudah ada 3 alumni. Kembali ke… laptop! bukan, hayooo, mesti sering nonton Empat Mata yaa… suwe-suwe saru e.

Kembali ke Hari saja, dia juga senang dengan dakwah Aa yang ditandai dengan lamanya peminjaman dan tidak kembalinya kaset-kaset yang dulu ia pinjam. Beberapa kali saya tagih katanya sedang dipinjam temennya. Ya, sudah ga papa, kata saya. Asal tidak hilang saja. Hampir 4 tahun saya sudah melupakannya. 2005 kemarin Hari ke Purwokerto dan memberi saya sejumlah uang yang katanya sebagai penganti kaset-kaset Aa yang dulu ia pinjam karena tidak mungkin bisa kembali. Ya, saya ridho, yang penting ada orang yang tertarik belajar islam setelah mendengar kaset Aa. Di kost pertama saya, di Grendeng, CREZ FM belok kiri (sekarang), saya juga rutin nonton Aa setiap Jumat pagi dan Ahad dua pekan sekali di SCTV. Saya selalu mengajak teman satu kost untuk menonton lewat tivi hitam putih. Tapi ga papa, tetap semangat! Dari pada tidur lagi mending ngaji, begitu saran saya. Alhamdulillah mereka mau. Aa Gym telah banyak menginspirasi saya dalam hal berislam dan berdakwah. Hingga kini, saya masih setia mengikuti ceramah beliau lewat tivi, buku, MQ Pagi. Konsep-konsep MQ nya masih sering saya pakai untuk berdakwah terutama kepada orang awam, atau para remaja. Selamat Aa semoga keluarga tambah islami, sakinah ma wadah wa rahmah. Amiin.

)l(
Aa’ Gym begitulah dai muda ini biasa dipanggil. Nama lengkapnya Yan Gymnastiar, putra seorang tentara di Bandung. Aa’ Gym adalah sebuah fenomena dakwah Islam. Dakwahnya yang sejuk, mudah dan sederhana telah membuat semua orang islam bahkan non muslim mengakui keindahan Islam. Dia mampu menyederhanakan –insya Allah tanpa maksud meremehkan dan menggampangkan- konsep-konsep Islam sehingga mudah dipahami orang awam. Manajemen Qolbu (MQ) adalah satu konsep dakwah yang ia ciptakan. Konsep dakwah yang berbasis pada hati yang salim, bersih. Majelis-majelisnya selau dipenuhi jamaah. Pertama kali ia memasuki wilayah publik dan kemudian ia dikenal adalah saat ia berceramah Isra’ Miraj di hadapan Presiden Megawati dan jajaran kabinet RI dulu. Kalau kita baca buku Aa’ Gym Apa Adanya, kita akan mendapati perjuaangan Aa dalam hidup dan mengawali dakwahnya. Kisah mendapatkan hidayah lewat adiknya, pembangunan Ponpes Darut Tauhid dari sebuah kontrakan, hingga kehidupan rumah tangganya di tahun-tahun pertama, mulai jualan bakso, retail pakaian, jadi tukang foto, hingga membangun usaha handycraft yang terus berkembang menjadi usaha bisnis raksasa dengan omzet milyaran rupiah. Dakwahnya pun makin variatif, mulai kaset, buku saku, majalah, tabloid MQ, radio hingga televisi. Aa juga seorang dai yang serba bisa, dia bisa berkuda, menembak, senang berenang, terjun paying, bahkan mengendarai pesawat jet. Katanya itu bagian dari dakwah. Kini Pospesnya dan areal usahanya selalu dikunjungi masyarakat. Sejak dikenal luas oleh masyarakat, Aa Gym aktif berkontribusi menyelesaikan konflik sosial di Indonesia, seperti konflik Ambon, Poso. Ia juga pernah terlibat aktif dalam demo menentang agresi AS ke Afghanistan 2002 lalu. Teatrikal manusia yang telentang di sekitar Monas, lalu Aa berjalan melewati lautan manusia dengan Gaza Al Ghazali dalam pelukannya memberikan surat ke Kedubes AS di Indonesia. Kepopuleran Aa memuncak saat Pilpres 2004 lalu, banyak yang meminta Aa maju sebagai capres, bahkan ada fans yang membuatkan Aa sebuah situs: aagymfor president.com. Luar biasa! Namun beliau merendah dengan mengatakan saya cukup yang ‘bunyi’ (baca: ceramah) saja lah. Kemampuan retorika atau gaya ceramahnya juga sangat menarik dan menyentuh audiens sehingga layak dipelajari yang akhirnya terbitlah buku ‘15 kiat menjadi pembicara yang menggugah dan mengubah’. Saya kira belum ada dai lain yang punya talenta dan kemampuan seperti Aa Gym. Lebih lengkap tentang sejarah dan kiptah dakwahnya silakan baca buku ‘Aa’Gym Apa Adanya’. Matur nuwun

Not Just Smack Down

Dampingi buah hati atau matikan tivi
(jangan cuma Smack Down donk !)


Beberapa hari ini banyak media massa kembali mengulas berita yang menyedihkan. Berita meninggalnya seorang anak SD. Kasus anak kecil meninggal sudah pernah muncul beberapa waktu lalu, kita masih ingat kasus bunuh diri seorang anak SD gara-gara tidak bisa membayar SPP atau uang ketrampilan. Ia stress lalu memutuskan bunuh diri. Sontak masyarakat kaget, bagaimana bisa anak belia bisa mempunyai pikiran mengakhiri hidupnya dengan cara yang hina. Jika pemuda atau orang tua bunuh diri itu masih ‘wajar’ tapi ini seorang anak yang belum dewasa. Dari mana ia bisa mempunyai ide gila tersebut. Siapa yang menginspirasinya. Spontan masyarakat memvonis media massa yang kerap menayangkan acara kekerasan dan kriminal disinyalir telah mempengaruhi pola pikir si anak.

Kini kasus bocah meninggal kembali muncul. Tercatat dua anak meninggal setelah bergulat ala Smack Down dengan temannya. Beruntun kasus serupa tampak. Ada yang ‘hanya’ terkilir, patah tulang tangan, hingga gegar otak ringan dll. Sontak media massa khususnya tivi yang menayangkan Smack Down disalahkan. Para ortu sangat khawatir jika tayangan ini terus ada karena akan membahayakan buah hati mereka. Masyarakat pun rame-rame mendesak pihak tivi tersebut untuk segera menghentikan tayangan kekerasan tersebut. Pro kontra pun memanas. Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (AJTI) mengatakan tayangan tersebut sudah lolos sensor LSF dan dulu sudah pernah diputar di beberapa stasiun tivi swasta. KPI juga mengatakan bahwa Smack Down adalah konsumsi dewasa dan tidak lebih dari sebuah teatrikal saja, tidak beneran. Pemutarannya pun tidak di waktu prime time, atau diatas pukul. 22.00 WIB. Menpora, Adhyaksa Dault juga telah meminta Lativi untuk menghentikan tayangan itu. Kak Seto, seorang pemerhati anak mengatakan bahwa anak adalah peniru yang sangat unggul. Ia meniru apa yang ia lihat, tanpa berpikir manfaat-bahayanya terlebih dulu, termasuk Smack Down yang ia lihat. Pihak tivi juga bisa berkelit dengan alasan sudah memberi pedoman seperti BO (Bimbingan Orang Tua), SU (Semua Umur) D (DEWASA) dll. Dan sebenarnya bukan hanya anak kita yang mudah terpengaruh, pemuda, orang tua pun sangat mungkin terpengaruh untuk meniru apa yang ada di tivi baik itu dalam sinetron, film atau iklan.

Bisa jadi tivi adalah penemuan paling mutakhir abad ini. Dan saat ini hampir semua rumah pasti punya tivi. Kecanggihan kotak ajaib yang memunculkan gambar apa saja sesuai keinginan kita. Awalnya tivi hanya sebuah sarana transformasi informasi. Kini fungsi tivi lebih dari itu, sebagai sarana hiburan, sarana belajar ilmu pengetahuan, sarana bisnis, sarana propaganda dsb. Tivi jugalah yang dimanfaatkan musuh Islam untuk menggulirkan ghazwul fikri yang ternyata sangat ampuh. Tayangan yang beraneka ragam telah membuat kita ketagihan menonton tivi. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya tivi baik nasional maupun lokal. Bahkan kini daerah-daerah berlomba memiliki tivi lokal sebut saja Ratih Tivi Kebumen, BMS TV Banyumas, Jak Tivi Jakarta dll dengan bermacam-macam motif. Agaknya kebutuhan masyarakat akan informasi, hiburan dan ilmu pengetahuan via tivi akan terus meninggi. Tivi bisa menyihir kita untuk terus nongkrong di depannya berjam-jam. Luar biasa !. All love televisions, tidak tua- tidak muda semua orang suka nonton tivi dan pengaruh tivi terhadap psikologi kita memang sangat besar. Dia bisa mengubah cara berpikir kira, cara hidup kita, kebiasaan kita.
Saya termasuk yang pro Smack Down segera dihentikan dengan alasan yang kurang lebih sama dengan para ortu (maklum calon bapak, he he he). Tapi ke depan jangan hanya tayangan kekerasan saja yang di-cut, masih banyak tayangan tivi yang tidak mendidik yang perlu segera di-cut, seperti sinetron remaja yang mengangkat tema pacaran, gaya hidup ala Barat, tayangan yang menguak fenomena sosial (baca: penyakit sosial), mengeksploitasi seksualitas, pornografi dan pornoaksi, kekerasan terhadap perempuan bahkan kartun yang disukai anak kita pun ada yang sadis, Tom & Jer r y, misalnya (saya yakin Anda pernah nonton). Tayangan tidak mendidik seperti itu diputar berulang-ulang, ditayangkan terus menerus maka ia akan membekas, mengendap dapat pikiran dan suatu saat bisa bangkit dalam situasi tertentu. Ini sangat berbahaya! Ketakutan masyarakat akan bahaya Smack Down harusnya sama dengan ketakutan akan tayangan yang merusak moral, perilaku,dan gaya hidup. Saya juga menganggap tivi itu barang netral, bisa hitam, bisa putih atau laksana pisau yang bersisi dua. Dia bisa jahat jika digunakan untuk membunuh akan tetapi ia juga bisa baik jika dipakai untuk menyembelih ayam, memotong sayuran, tomat, buah (hmmm jadi laper). The man behind the gun, itulah yang harus kita atasi.

Akhirnya memang perlu terus ditumbuhkan daya kritis dan kritik masyarakat terhadap tayangan tivi. Sementara ini saya sepakat dengan ide Alm.Ust.Rahmat Abdullah yang memotivasi penonton tivi untuk melayangkan surat teguran pada stasiun tivi ketika mendapati ada tayangan yang tidak mendidik.
“Jika kita rame-rame dan serentak mengirim surat keberatan dan mengancam memboikot jika terus ditayangkan mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan bagi pihak tivi untuk segera menghentikan tayangan tersebut” ujar beliau kalem. Jadi saya tidak sepakat dengan opini: semua tergantung kita. Jika kita kuat maka walau lingkungan yang tidak baik, kemungkaran, kemaksiatan yang ada tidak bisa mempengaruhi kita. Hikmah lain adalah para ortu juga harus memberi perhatian yang lebih pada si anak. Membuat jadawal nonton tivi serta dan meluangkan waktu yang lebih banyak untuk mendampingi si anak saat nonton tivi. Memberi penjelasan pada tayangan kartun misalnya. Sebab kita tidak bisa melarang anak untuk boleh menonton tivi seumur hidup (wah bisa kuper donk anak kita). Artinya harus proporsional, ingat kaidah dalam agama kita; ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Artinya kedepan dengan kekritisan kita, kita minimalisir kemudharatan, ketidak manfaatan, mengurangi bahaya di tivi kita. Selamat duduk mesra bersama buah hati kita, beri dia penjelasan dan ajak berdialog. Jangan biarkan dia nonton tivi sendirian apapun itu acaranya. Ingat pesen Aa’ Gym, kita sebagai kakak atau ortu juga harus memberi contoh yang baik, jangan sampai kita melarang anak menonton Smack Down tapi kita sendiri menontonnya. Matur nuwun.





Purwokerto, 1 Desember 2006
Hari AIDS sedunia yaa… kata Pak.Wakil Bupati Banyumas tertinggi ketiga se-Jateng untuk kasus HIV/AIDS. Wallah ! Ingat, jangan terpengaruh iklan menyarankan memakai (maaf) kondom untuk mencegah HIV/AIDS. Jangan tertipu, karena itu sama saja mengizinkan seks bebas dan perzinaan.

Tuesday, November 21, 2006

SMS Pas Demo

Akh, SMS Siapa Ini Akh… (Bagian II)
Bhayu Subrata

Peristiwa ini terulang lagi. Saya kembali menerima SMS dari seseorang persis saat demo PKS TOLAK BUSH, 19 November 2006 kemarin. Ini adalah kedua kalinya saya dapat SMS pas demo. Dulu pas PKS demo menentang agresi teroris Israel ke Libanon -dan penindasan atas Palestina terus dilakukan- akhir Juli lalu saya juga menerima SMS yang isinya menganggap demo PKS adalah sebuah kampanye dengan mengeksploitasi peperangan. Alhamdulillah, sempat saya telpon si pengirim dan saya jelaskan semuanya. Namun kali ini saya tidak sempat menelpon balik untuk menjelaskan karena mungkin saya capek Saya mengira SMS ini dari pengguna jalan yang mendapatkan leaflet PKS. Berikut adalah isi SMS itu.
Nabi Muhammad SAW pernah diludahi tiap hari oleh orang kafir pada saat beliau mau ke masjid..1 minggu orang yang biasa meludahi tidak klhtn, Ternyata lg sakit mk NABI menjenguk orang trsbt…orang kfr itu menangis terharu..dan akhirnya orang tersebut masuk islam…knpa kt tdk mencnth perilaku beliau..eeeh siapa th kt berbuat baik nanti bush jd mualaf he he he… 0817 28 28 XXX (asli sesuai teks, tanpa editing)
Si pengirim tidak mencantumkan nama. Lupa atau malu. Saya tidak bisa menebak. Tapi Alhamdulillah, artinya aksi PKS mendapat reaksi dari masyarakat. Malamnya saya balas, minta pulsa temen karena pulsa saya tersisa Rp.27 (kasian deh gue…). Saya balas begini…
Aslmkm. Trmksh. Ksh tsb mgmbrkn kshsyng Nabi Saw. Tp jk dkontexkn dg Bush krng tpt, Bush adlh kafir harby, yg mmrngi islam&mbnh mslm.Bhayu-PKS (maaf pulsa saya hbs). Asli tanpa tambahan apapun kalau ada kesamaan nama dan tempat kejadian itu semata kebetulan. Lho? Lama saya balasan tunggu tapi tidak ada juga. Mudah-mudahan dia mengerti dan sepakat dengan sikap PKS.

Kisah di SMS tadi memang bagus tapi menurut saya tetap tidak pas dengan konteks Bush yang mampir ke Indonesia dan bikin repot pemerintah. Dan lagi pula si kafir yang meludahi Muhammad itu ‘cuma’ mengotori badan Al-Amin saja, tidak sampai melukai atau berniat membunuh. Yaa, dia hanya iseng saja, mengganggu pemuda sholeh nan ganteng yang selalu ke masjid. Jadi, bisa dikatakan dia belum berbuat kriminal lah, cuma iseng. Jadi kalau Muhammad Saw simpati kemudian menengok, yaa lumrah. Tapi ini, Si Bush, semua orang di dunia sudah tahu siapa dia. Trackrecord nya. Dukungannya pada Zionis Israel dan segudang kejahatan lainnya. Menerima dan menyambutnya bak pahlawan sudah bisa diartikan tunduk. Mengikuti apa kehendak AS sama saja dijajah.

Memang semua orang non muslim punya peluang mengenal kebenaran; Al-Islam. Sebab dalam diri manusia terilham dua potensi; kebajikan dan kejahatan. Kita ingat kisah ‘Umar Bin Khaththab dulu. Dia sangat memusuhi Islam, bahkan akan membunuh Nabi Muhammad Saw. Tapi setahu saya, kejahatannya belum sampai membunuh pengikut Muhammad meskipun ia sangat benci pada Muhammad. Selain itu dulu ia hobi miras, pernah mengubur putrinya dan aktivitas jahily lainnya. Hidayah Alloh Swt datang,’Umar masuk Islam, lalu menjadi pembela yang tangguh hingga mencapai puncak prestasi sebagai seorang khalifah. Memang saya pernah ngayal apa mungkin Bush bisa kaya ‘Umar dulu. Dapat hidayah dan menjadi pembela Islam. Wah, luar biasa. Tapi bagaimana mungkin… dosanya saja banyak, hatinya penuh kebencian pada Islam. Jangan-jangan kekalahan Partai Republiknya adalah isyarat datangnya hidayah dari Alloh Swt dan insafnya Bush. Ditambah lagi penolakan besar-besaran ummat Islam atas kunjunganya ke Indonesia akan membuatnya sadar akan semua kesalahannya kemudian bertaubat dan menebus kesalahan dengan kematian. Tapi kok…kayaknya mustahil. Allohu A’lam

Purwokerto, 19 November 2006 pkl. 21.00 WIB

Friday, November 10, 2006

Kaum Luth

Kaum Nabi Luth ada di Purwokerto
Ayyub

Ahad, 5 November 2006 lalu di sebuah café di Purwokerto telah dideklarasikan satu komunitas aneh bernama Arus Pelangi (AP). AP adalah perwujudan satu kumpulan orang –orang yang merasa mempunyai kelainan. Mereka adalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). AP muncul untuk memperjuangkan kesamaan HAM sebagai manusia, Mereka butuh pengakuan. Mereka butuh eksistensi. Dan mereka butuh legalitas. Mereka butuh kebebasan berekspresi dan…bereksperimen…Hiiii. Beberapa waktu lalu media lokal juga pernah memberitakan adanya perkawinan sejenis di Indonesia. Dan negeri ini heboh! Kalangan agamawan adalah pihak yang pertama dan yang paling menentang fenomena tersebut karena sangat bertentangan dengan norma agama,susila dan masyarakat serta membahayakan eksistensi manusia dan kehidupan ini. Beberapa ormas Islam telah menyatakan keberatannya atas keberadaan AP ini. Kita pun tahu komunitas seperti diatas sudah legal di luar negeri. Dengan dalih HAM dan kemanusiaan hubungan sejenis dan pernikahan sesama jenis dilegalkan. Bahkan diluar negeri sudah ada UU yang mengatur itu. Ini akan menjadi trend dan dikuti oleh masyarakat di negara-negara yang sedang belajar berdemokrasi seperti Indonesia. Belum lagi pelegalan transeksual dimana seseorang yang tidak ridho, tidak nyaman dengan keadaannya sekarang bisa berubah dan menjadi orang lain dengan kecanggihan teknologi. Memang benar kata Saprol, “ Kiamat Sudah Dekat, Pli !”

Seorang tidak pernah ‘pesan’ pada Tuhan untuk lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Dia juga tidak meminta lahir di keluarga muslim atau non muslim. Semua adalah takdir-Nya. Semua sudah digariskan-Nya. Muhammad Saw pernah bersabda bahwa setiap bayi yang lahir adalah dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Nasrani, Majusi atau Yahudi. Saya memahami hadits ini – ‘…menjadikannya Nasrani, Majusi atau Yahudi- bukan sekedar dalam hal agama saja, melainkan juga dalam dalam segala hal; budayanya, pola hidupnya, cara berfikirnya dll. Saya coba gothak gathik gathuk dengan fenomena diatas. Sederhana saja. Seorang itu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan itu bisa berwujud orang tua, sahabat, teman, tempat kerja dan masyarakat. Siapa yang paling dekat maka dialah yang paling kuat pengaruhnya. Munculnya orang-orang seperti diatas bukan secara tiba-tiba akan tetapi ia hasil dari sebuah proses hidup yang tidak normal. Ia ada dari proses interaksi yang abnormal, pola hidup yang berbeda. Ia ada dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat. Saya bukan psikolog yang mengerti tentang hal ini. Mari kita ingat, Oscar Lawalata, dia laki-laki tapi karena pergaulannya dengan orang salon yang umumnya perempuan, ditambah lagi ikut kursus, sekolah kepribadian dll maka jadilah ia berambut panjang, gaya bicaranya lemah lembut, gaya berjalan dsb sangat bertolak belakang dengan fitrahnya. Atau Ade Juwita, ia pasti mendapat peran sebagai perempuan padahal ia cowok, tapi karena ia terlalu sering (baca: selalu) bergaul dengan cewek, akhirnya sifat, perilakunya menyerupai cewek.

Nah, sekarang bagaimana mengatasi permasalahan tersebut? Apakah ummat Islam Banyumas akan berdemo rame-rame, meminta Pemkab membubarkan AP? Selesaikah masalah itu? Belum tentu. Saya sangat khawatair justru akan menjadi boomerang bagi masyarakat di kemudian hari, menjadi dendam di hari esok. Kita harus sangat hati-hati untuk kasus ini. Kita perlu bersikap arif dan bijak Berbahagialah yang tidak seperti kami, begitulah curhat mereka di sebuah media cetak. Mereka, anggota AP adalah golongan yang berbeda dari manusia lainnya. Perilaku mereka berbeda dengan teman sebaya mereka. Oleh karena itulah mereka hidup dalam keterasingan. Ya, mereka bagai makhluk asing di lingkungannya. Kaum minoritas dan termarginalkan, tidak ada yang peduli dengan kondisi mereka. Ini membuat mereka solid dan berani muncul. Dalam kacamata ilmu sosiologi –yang pernah saya pelajari (sedikit) di bangku kuliah- mereka mempunyai periaku menyimpang. Perilaku menyimpang itu seperti mencuri, klepto, termasuk apa yang dilakukan Sumanto juga termasuk perilaku menyimpang. Dan perilaku tersebut bisa diobati akan tetapi butuh waktu, butuh proses.

Saya jadi teringat dengan ceramah Aa’ Gym di MQ Pagi beberapa waktu lalu. Pimpinan Ponpes Daarut Tauhiid Bandung bercerita bahwa dia baru saja diberi hadiah sebuah buku bagus berjudul Control Your Mind- Control Your Health. Dalam buku tersebut ada kisah tentang seorang pemuda yang menderita kanker kemudian dokter memvonisnya akan mati beberapa bulan lagi. Ia stress tapi masih bisa berfikir. Ia bertekad kuat untuk sembuh meski ia tahu itu tidak mungkin atau kemungkinannya sangat kecil. Tapi ia tetap bertekad. Setiap malam dia berimajinasi, melihat dirinya sedang membunuhi sel-sel kanker itu. Ia begitu yakin ia pasti bisa sembuhy. Begitu setiap malam, berminggu-minggu hingga suatu hari ia cek ke dokter ternyata, Subhanallah, kanker di tubuhnya hilang! Hikmahnya, kata bos MQ ini adalah bahwa fikiran kita bisa mempengaruhi kesehatan kita. Pikiran kita dapat mengontrol kesehatan kita. Kita semua tahu bahwa penyakit maag bisa muncul dari pikiran yang stress, tertekan. Gara-gara banyak masalah, timbul penyakit jantung, darah tinggi dsb. Dalam aplikasi yang lenig makro, pikiran kita dapat mempengaruhi hidup kita.

Mari coba kita kaitkan dengan kasus AP. Bahwa orang-orang yang berperilaku menyimpang adalah orang yang muncul dari lingkungan yang tidak normal. Produk dari pergaulan yang tidak sehat. Atau memang sudah takdir. Nah, anggapan bahwa keadaan yang ia alami saat ini sebagai lesbi, homo, banci dll adalah takdir adalah cara berpikir yang salah. Paradigma inilah yang menjadi tembok besar ia untuk berubah ke wujud semula (siluman kalee…: ). Tidak itu bukan takdir dari-Nya. Takdir darinya adalah: Aku adalah lelaki…(Samsons banget…) Aku adalah wanita. Sedangkan bencong, mencintai teman sejenis itu nyalahi takdir. Tapi karena pergaulan dan lingkungan yang salah atau pendidikan awal dari ortu yang telah menanamkan benih lain sehingga ketika beranjak besar, dewasa, lho kok jadi seperti ini?. Ditambah lagi pikiran “ini takdir saya, ya sudah jalani saja” akan memperparah dan menghambat recovery. Pikiran pasrah pada takdir –dan menjalani apa yang sekarang ada- bisa jadi telah menghidupkan sesuatu yang seharusnya tidak ada. Akibatnya mentalitas pria muncul, mentalitas wanita timbul, suara menyerupai wanita atau pria, gaya berjalan, cara bicara, intonasi dll. Dan yang lebih mengerikan lagi, sel di dada tumbuh (bukan jadi tumor tapi… tiiiit –maaf disensor he he he :-). Yang lebih bahaya lagi kalau ia nekad operasi kelamin. Na’udzubillah min dzalik.

Jadi solusi –sementara- dari saya adalah sadarkan mereka bahwa ini bukan takdir mereka. Dan kesalahan ini bisa jadi bukan salah mereka. Dan keanehan ini bisa diubah dengan tekad (niat) yang kuat dan diikuti dengan usaha yang sungguh-sungguh. Yakinkan pada mereka bahwa mereka bisa sembuh, sehat, kembali ke keadaan semula. Perasaan dan keinginan itu pasti ada di hati nurani mereka. Pasti. Syetan-lah yang melalaikan dan membuat enak perbuatan mereka saat ini. Kemudian motivasi mereka, bimbing mereka untuk lakukan aktivitas-aktivitas yang menstimulasi kembalinya sifat, karakter asli seorang pria atau wanita. Insya Allah mudah-mudahan Alloh Swt memudahkan usaha tersebut dan menolong saudara kita. Amiin.

Purwokerto, 7 November 2006 (revisi 10 November. Hidup Pahlawan!)

Tuesday, November 07, 2006

Prasyarat kemenangan

Prasyarat kemenangan
Ayyub

Satu kisah masyhur, ketika pasukan islam sedang berperang, dalam masa peperangan. Namun tanda-tanda kemenangan belum jua nampak. Hal ini sangat merisaukan sang panglima. Akhirnya dia mengecek ke pasukannya. Hal apa yang terlewat, tidak dlakukan oleh pasukannya. Setelah dicek ternyata mereka melalaikan amalan sunah anjuran Rasulullah Muhammad Saw; bersiwak. Bersiwak, memang sederhana dan tidak membutuhkan waktu lama namun ternyata inilah yang membuat pertolongan Alloh berupa kemenangan menjadi sesuatu yang tertunda atau sulit digapai.
Kemenangan bisa diidentikan kesuksesan. Islam mengajarkan kesuksesan dan memotivasinya dalam spirit doa kita. Doa sapu jagad; kesuksesan dunia-akhirat. Coba kita introspeksi perjalanan hidup kita sekarang. Semua keinginan kita, semua usaha kita, semua itu untuk menggapai kesuksesan. Tapi ketika kita belum sukses, kita gagal, apa yang salah? Siapa yang salah? Sebagian besar kita menyalahkan ikhtiar kita, upaya kita belum optimal. Ya, itu benar. Namun apakah kita pernah mengecek bagaimana amal yaumi kita, akhlaq kita, kekuatan maknawiyah kita. Barangkali justru itulah yang menyebabkan semua ikhtiar ini berantakan. Ibarat biang kerok yang menjadi sumber masalah. Ya, coba kita cek, keterlambatan studi kita misalnya, bisa jadi karena amal ibadah kita juga payah, padahal amal itu bersumber dari ilmu (agama) kita, dari maknawiyah kita. Kita mungkin sangat jarang membaca al-ma’tsurat tiap pagi, padahal disana ada doa kesuksesan. Mungkin juga perilaku kita jauh dari tuntunan uswah kita. Tata krama kita tidak islami. Mata kita terlalu sering melihat hal yang buruk dan mendatangkan dosa. Lidah kita sangat sering menggunjing dan memaki. Mulut kita amat mudah berkata yang tidak bermanfaat. “Berkatalah yang baik, jika tisak bisa maka diamlah”
Ibadah sunnah, sholat sunnah, shaum sunnah sering kita tinggalkan. Sebuah alasan yang tidak imani; ‘kan sunnah... . Ya, kita kerap meremehkan ibadah sunnah, hanya karena nothing to loose, bila dikerjakan berpahala tapi jika tidak dikerjakan tidak berdosa. Kita tidak melihat sejarah sunnah itu sendiri. Ia adalah segala hal, perkataan dan perbuatan Muhammad Saw. Luar biasa! Melaksanakan sunnah sama saja meniru beliau dalam mendekatkan diri pada-Nya. Semakin tidak meniru beliau berarti makin tidak dekat pada-Nya.
“Katakanlah (Muhammad), jika Engkau mencintai-Ku (Alloh) maka ikutilah aku (Muhammad Saw)” begitulah tutur Muhammad Saw.
Bagaimana mungkin Alloh Swt akan menolong kita, membuat kita sukses dan menghadiahi kemenangan pada kita jikalau semua yang disukai-Nya (termasuk apa yang dilakukan Rasul-Nya), tidak kita sukai dan kita lakukan, amalkan. Secara logika tidak mungkin terjadi. “Jika kau menolong agama Alloh maka Alloh akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”
Salah satu prasyarat kemenangan hakiki adalah kedekatan kita pada-Nya. Kedekatannya pada-Nya bisa berupa banyak hal. Menjaga amalan yaumi seperti sholat fardhu berjamaah, tilawah dan shaum. Selain itu kedekatan pada-Nya juga bisa berarti kedekatan pada Rasul-Nya. Sebagaimana Alloh Swt berfirman jika manusia menaati Alloh maka taatilah (juga) Muhammad Saw. Melaksanakan amalan sunnah merupakan bagian dari prasyarat kemenangan sebagaimana kisah diatas. Keistiqomahan menjaga kedekatan dan menguatkan maknawiyah, iman& taqwa kita menjadi prasyarat awal terbitnya fajar kemenangan. Terkadang ikhtiar kita dipermudah dan lebih sukses, meraih kemenangan ketika kedekatan kita pada-Nya bagus. Dan sebaliknya.
Purwokerto, 12 September 2006, abis LQ

Temenku nikah lagi !

Temenku nikah lagi !
Dalam dua minggu ini sudah dua kali saya kondangan. Hari-hari pasca Ramadhan banyak orang yang punya gawe, menikahkan anak mereka. Entah kenapa bulan Syawwal menjadi pilihan banyak orang. Apa karena hitung-hitungan bulan baik ala Jawa, atau yang nikah pas hari baiknya bulan ini. Tapi masyarakat kita masih banyak yang memakai tradisi tesebut, termasuk sepupuku itu. Saya ingat khitbahnya itu sudah 4 bulan yang lalu. Trus pas camernya itung-itungan hari baik, jatuhnya bar Badan (habis Lebaran- Jawa).Sebenarnya Islam memandang semua hari baik. H+4 Idul Fitri lalu mas ku, eh sepupuku yang juga kakak kelas ku di SMU dulu nikah. Dapat cewek Purbalingga. Katanya ketemunya di Bekasi. Pas dia pulang. Dia banyak cerita aktivitas kerjanya di sebuah perusahaan farmasi. Dia beruntung kerja di kantor, bukan langsung di pabriknya. Soale berat kerja di pabrik (bagian produksi sebuah pabrik). Keselamatan kerjanya musti bagus. Kesehatan juga harus prima, belum lagi kalau harus lembur. Pake shift malam lagi. Jadi rata-rata orang Bekasi itu workaholic, gila kerja dab!. Pernikahannya pake adat Jawa lengkap tapi cukup sederhana. Ada pecah telor, sungkem, ada semacam kirab meski sebentar. Dan yang lucu, penghulunya hari itu harus menikahkan beberapa pasangan di tempat yang berbeda sehingga ada beberapa janur kuning yang terdzalimi; penghulune telat. Mas ku itu belum bisa lebih islami, masih pacaran dulu sebelum nikah, calonnya belum berjilbab. Yaah,pelan-pelan. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika. Wa jama’a bainakuma fi khairin
Satu yang menarik, dia sempat cerita aktivitas keislaman di perusahaan sebelah tempat kerjanya, Katanya sering ada ustadz dari Timur Tengah yang mengisi kajian di masjid perusahaan tersebut. Tema-tema yang dibahas adalah masalah kontemporer keseharian kita. Kebetulan masjid tersebut berada di tengah-tengah antara kedua perusahan tersebut. Jadi dia sering ikut kajian pas sholat Jumat atau pas istirahat kerja dan sholat dhuhur-ashar. Alhamdulillah. Dia seneng pas ikut kajian di sana. Katanya ustadz-ustadz PKS sering ngisi disana. Saya jadi iri.
Hari ini, saya kembali kondang-in. Kali ini temen seperjuangan di PKS walau beda teritorial, dia aktivis Banjarnegara.Tapi itulah keistimewaan Islam, dimanapun ia, siapapun ia jika berislam dan berdakwah maka ia saudara kita. Hak-hak saudaranya wajib kita tunaikan. Yang pasti tradisi yang dipakai mesti islami. Ya, jelas wong calone akhwat. Tapi memang butuh pengkondisian, PDKT yang ketat ke ortu tercinta terutama Ibu agar meu menerima ide baru, tradisi baru yang sedikit banyak akan berbeda atau bahkan sama sekali tidak sama dengan kebiasaan mantenan ala Jawa. Ini kebiasaan yang islami. Hati-hati jangan sampai beliau berdua tersinggung. Ust. Cahyadi Takariawan mengatakan dalam ‘Di Jalan Dakwah Aku Menikah’, minimal butuh waktu 2 tahun untuk mengkondisikan orang tua agar bisa menerima pemikiran kita untuk menikah dengan cara yang lebih islami. 2 tahun rek! Belum lagi mengkondisikan lingkungan kita, tetangga, kerabat dan teman kita. Dan biasanya tradisi nikah ala aktivis PKS lebih sederhana, murah, mudah dan cepat karena lebih fokus pada substansinya bukan ritualnya. Qabiltu nikahaka... he he he. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika. Wa jama’a bainakuma fi khairin yaa Akhii.
Purwokerto, 4 November 2006


Tolak Bush ke Indonesia !!!
Brata

20 November 2006 ini Indonesia akan kedatangan ‘tamu tak diundang’. Makhluk itu adalah orang nomor satu di negara adidaya dan super power di jagad ini. Orang yang menjadi otak agresi militer ke Afghanistan pasca Black September 2002 lalu. Manusia yang dengan nafsunya yang menggebu terus mengkampanyekan Islam sebagai teroris, pengacau dan biang masalah dunia. Ya, manusia itu adalah Bush Jr alias George Walker Bush. Kunjungan Presiden AS ini disambut dengan sangat antusias oleh NKRI. Bak menyambut tamu agung berbagai persiapan diadakan. Mulai menata lokasi kunjungan (Istana Bogor) seperti pengecatan, penambahan cadangan listrik, pengamanan tentara yang ekstra (baca: berlebihan) bahkan CIA telah ada di Bogor, pengamanan frekuensi komunikasi radio dan HP hingga pembuatan landasan khusus di kebun raya Bogor untuk pendaratan heli yang ditumpangi Bush.
Rencananya satu manusia dari 10 manusia paling berbahaya versi sebuah majalah islam terkemuka ini akan ‘mampir’ selama 6 jam setelah menghadiri KTT APEC di negara tetangga kita, Singapura. Reaksi masyarakat pun bermunculan. Ormas pemuda KNPI, Koalisi Anti Utang, Ormas Islam seperti HTI, FPI, FUI telah tegas menunjukan penolakannya dengan berdemo atas kehadiran seorang penjahat perang yang telah nyata-nyata men-suport Israel dalam membumihanguskan bumi Islam Palestina dan membombardir tanah Lebanon. AS lah -atas izin Bush- terus mensupply persenjataan dan dana perang kepada Israel. Maka sangat wajar jika ummat Islam menolak hal tersebut.
Kunjungan Presiden AS yang cuma 6 jam ini pasti mempunyai misi tertentu. Tidak mungkin tanpa tujuan. Bisa jadi kunjungan tersebut akan menumbuhkan (lagi) intervensi AS terhadap Indonesia. Perlu diketahui bukan sekali ini AS campur tangan dalam urusan dalam negeri kita, sebelumnya negeri Paman Sam ini telah mengobok-obok zamrud khatulistiwa ini via IMF, CGI dll. Apalagi sejak tragedi menara kembar 4 tahun lalu, Bush terus melakukan kampanye anti Islam dengan dalih terorisme. Dan beberapa kejadian pengeboman di tanah air mulai Bali Blasting I, Tragedi Kuningan, Bom Bali jilid II dll ditengarai ada rekayasa pihak asing (baca: AS & CIA) untuk melanggengkan stigma Islam -dan gerakan dakwah Islam- adalah teroris. Pendek kata, kunjungan Bush kali ini akan membahayakan ummat Islam dan NKRI ke depan. Kita berhak suudzon atas semua sepak terjang musuh Islam.
Penerimaan NKRI atas kedatangan Bush sangat menyakitkan hati ummat Islam dan masyarakat dunia. Ini adalah bukti tolerasi yang kebablasan atas kesalahan dan dosanya terhadap kemanusiaan. Dan penyambutan yang terkesan berlebihan bagi orang jahat juga melukai masyarakat Indonesia. Dikala ribuan rakyat Jogja dan Klaten masih tertahan di tenda-tenda darurat. Di saat jutaan anak tidak bisa sekolah karena miskin.Anak jalanan telantar dimana-mana. Ratusan warga desa di Sidoharjo digusur lumpur panas Lapindo Brantas. Penambahan fasilitas VVIP itu menggunakan uang rakyat yang pasti diluar anggaran negara.
Apakah kita akan diam saja ketika musuh kita masuk ke rumah kita? Dia sudah mendzalimi saudara dekat kita, teman kita, tetangga kita? Saya kira tidak kita sebagai tuan rumah sangat berhak menolak, menghalanginya agar tidak mampir, bahkan mengusirnya sah-sah saja. Ummat Islam tidak boleh tinggal diam atas kedatangan si penjahat perang itu. Jangan sampai kita diam saja, atau cuek. Tunjukan penolakan kita dengancara apapun. Kalau perlu turun ke jalan rame-rame sebagai bukti nyata kita masih punya izzah, harga diri dan kehormatan. Matur nuwun

Purwokerto, 6 November 2006